Recall Xpeng X9 Suspensi Udara Sudah Berjalan di China dan Malaysia, Indonesia Masih Menunggu Hasil Evaluasi

Recall global Xpeng X9 untuk penggantian suspensi udara berjalan di China dan Malaysia, sementara Indonesia masih melakukan evaluasi.
Penulis: Saifuddin Wahid
Sabtu, 22 Agustus 2026 | 12:03:31 WIB

JAWA TIMUR — Kampanye recall global untuk Xpeng X9 kini tengah berlangsung di dua negara Asia, menyusul ditemukannya kelemahan pada komponen pegas udara (air springs) di bagian depan. Kondisi ini bisa mengurangi tingkat kekedapan udara dan memicu kebocoran secara bertahap, terutama jika kendaraan kerap beroperasi di wilayah beriklim panas dan lembap.

Di Malaysia, importir resmi Bermaz Xpeng telah mengumumkan program penarikan dan akan mengganti total perakitan suspensi udara depan tanpa biaya. Pemilik yang melakukan perbaikan juga mendapat garansi tambahan hingga delapan tahun atau 160.000 km, yang bisa dialihkan ke pemilik kendaraan berikutnya.

Kronologi Penarikan dan Jumlah Unit Terdampak

Recall untuk Xpeng X9 pertama kali dipicu oleh dokumen resmi bernomor S2026M0082V yang diajukan kepada Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China (SAMR). Berdasarkan data tersebut, unit yang terdampak adalah X9 yang diproduksi antara 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025, dengan total mencapai 33.473 unit.

Ini bukan kali pertama Xpeng melakukan recall. Pada September tahun lalu, pabrikan asal China itu juga menarik 47.490 unit P7+ akibat masalah pada motor power steering. Penarikan tersebut tercatat sebagai aksi serupa pertama yang dilakukan Xpeng secara massal.

Posisi Xpeng Indonesia: CKD dan Belum Ada Instruksi Resmi

Berbeda dengan Malaysia yang menerima unit impor utuh (CBU), Xpeng X9 di Indonesia dirakit secara lokal dengan skema completely knocked down (CKD) di pabrik PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat. Perbedaan metode produksi ini menjadi salah satu pertimbangan utama pihak Xpeng Indonesia sebelum memutuskan langkah lanjutan.

Vice President Marketing Xpeng Indonesia, Hari Arifianto, menyatakan bahwa perusahaan belum menemukan indikasi yang mengharuskan penarikan unit di pasar lokal. Namun, proses verifikasi tengah berjalan untuk memastikan apakah komponen yang digunakan memiliki faktor produksi yang sama dengan unit yang bermasalah di China.

"Keselamatan pelanggan selalu menjadi prioritas utama kami. Saat ini, kami tengah melakukan evaluasi secara menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat kendaraan yang dipasarkan di Indonesia yang terdampak. Kami akan menyampaikan langkah tindak lanjut yang diperlukan setelah proses verifikasi tersebut selesai," ujar Hari dalam keterangannya, Kamis (20/8).

Gejala yang Perlu Diwaspadai Pemilik X9

Meski belum ada instruksi resmi, pemilik X9 di Indonesia diimbau untuk tetap waspada terhadap perubahan karakteristik berkendara. Gejala paling umum dari kebocoran air springs adalah kendaraan terasa lebih keras saat melewati polisi tidur, atau bagian depan mobil terlihat lebih rendah dari posisi normal saat diparkir.

Apabila menemukan indikasi tersebut, konsumen diminta segera menghubungi dealer resmi Xpeng untuk pemeriksaan lebih lanjut. Sampai batas waktu yang belum ditentukan, kendaraan yang tidak menunjukkan gejala gangguan masih aman digunakan untuk aktivitas harian.

Reporter: Saifuddin Wahid