Kunjungan Ketua BKOW Bali ke Desa Seraya Timur Karangasem Temukan Warga Stunting dan Gangguan Mental, Bakal Dikoordinasikan ke Dinas Sosial
KARANGASEM — Kegiatan sosial yang digelar BKOW Provinsi Bali di Desa Seraya Timur berubah menjadi agenda penjajakan masalah sosial. Selain menyerahkan paket sembako dan alat masak, rombongan yang dipimpin Ny. Seniasih Giri Prasta itu mendapati sejumlah persoalan kesehatan yang butuh tindak lanjut serius dari pemerintah.
Bantuan diberikan di kediaman Ni Wayan Trantim (78), sebuah rumah yang dihuni tiga kepala keluarga dengan total 12 orang. Dari puluhan penerima manfaat yang hadir, perhatian khusus justru tertuju pada kondisi keluarga Ni Wayan Sariani yang memiliki balita stunting.
Balita Stunting dan Dua Warga dengan Gangguan Mental
Anak berusia 13 bulan dari keluarga Sariani terpantau mengalami hambatan tumbuh kembang. Kondisi ini dinilai membutuhkan pendampingan gizi dan kesehatan dari pihak terkait agar tidak berdampak lebih jauh pada masa depan anak tersebut.
Selain persoalan stunting, di rumah yang sama juga terdapat dua anggota keluarga yang mengalami gangguan mental. Keduanya dinilai membutuhkan asesmen dan terapi dari tenaga profesional untuk meningkatkan kemampuan komunikasi serta interaksi dengan lingkungan sekitar.
Koordinasi dengan Dinas Sosial untuk Penanganan Komprehensif
Menindaklanjuti temuan tersebut, Ny. Seniasih berencana berkoordinasi dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Bali. Langkah ini diambil agar penanganan terhadap keluarga tersebut berjalan menyeluruh, tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan sesaat.
“Kita jangan pernah menutup mata terhadap lingkungan terdekat kita, apalagi menyangkut kehidupan, kesehatan, dan kemampuan mereka untuk bertahan hidup. Mari kita lebih peka terhadap warga yang membutuhkan kehadiran dan uluran tangan kita,” ujar Ny. Seniasih.
Ia menegaskan bahwa persoalan sosial tidak dapat diselesaikan hanya melalui bantuan material. Dibutuhkan kepedulian bersama dan tindak lanjut berkelanjutan agar masyarakat yang membutuhkan benar-benar mendapatkan pendampingan yang layak.
Terapi dan Dukungan CSR untuk Perbaikan Hunian
Untuk warga dengan gangguan mental, Ny. Seniasih mendorong agar dilakukan terapi sebelum kondisi mereka semakin berat. Setelah itu, mereka akan didorong untuk kembali beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar agar tidak semakin menarik diri.
“Sebelum kondisinya semakin berat, mari kita berikan pendampingan dan terapi yang tepat. Setelah itu, kita juga perlu mendorong mereka untuk beraktivitas dan berinteraksi dengan lingkungan. Jangan sampai mereka merasa sendiri dan semakin menarik diri,” katanya.
Di luar aspek kesehatan, ia juga akan menjajaki perbaikan kondisi tempat tinggal keluarga tersebut. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggandeng pihak swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) agar keluarga tidak lagi tinggal dalam kondisi berhimpitan.
Ajakan untuk Anggota BKOW dan GOW se-Bali
Kunjungan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-65 BKOW. Ny. Seniasih memanfaatkan momen tersebut untuk mengajak seluruh anggota BKOW Provinsi Bali dan GOW kota/kabupaten se-Bali meningkatkan kepekaan terhadap kondisi masyarakat di lingkungan masing-masing.
“Untuk persoalan seperti ini, kita tidak bisa bekerja sendiri. Mari bergotong royong hadir untuk masyarakat yang benar-benar membutuhkan perhatian dan kepedulian kita. Dengan bersama-sama, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih mudah dan ringan untuk dikerjakan,” tegasnya.
Menurutnya, kepedulian terhadap warga kurang mampu harus dimulai dari lingkungan terdekat. Ia mengingatkan agar tidak ada warga yang mengalami kesulitan tetapi luput dari perhatian karena kurangnya kepekaan sosial.
“Jangan sampai ada warga di sekitar kita yang mengalami kesulitan, tetapi tidak terlihat karena kita kurang peka. Kepedulian harus dimulai dari lingkungan terdekat dan dilakukan secara bersama-sama,” pungkasnya.