Song Kartu Tradisional di Balikpapan Timur Ikat Warga Pesisir, 260 Pemain Adu Taktik di Lamaru
BALIKPAPAN — Tepuk tangan dan sorak sorai memecah malam di RT 06 Kelurahan Lamaru, Balikpapan Timur, Jumat (21/8/2026). Sebanyak 65 partai bertanding dalam lomba kartu sambung tulang yang populer dengan sebutan song, memeriahkan perayaan HUT RI ke-81. Setiap partai diperkuat empat pemain, sehingga total peserta mencapai 260 orang.
Antusiasme warga terlihat sejak babak penyisihan. Sistem gugur yang diterapkan membuat setiap kesalahan kecil dalam menyambung kartu bisa berujung kekalahan. Hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang menjadi motivasi tambahan, namun esensi utama ajang ini adalah kebersamaan warga pesisir.
Lebah Timur dan Dukungan untuk Warga Pesisir
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Anggota DPRD Kota Balikpapan daerah pemilihan Balikpapan Timur, Sofyan Jufri, S.H. Politikus yang dijuluki "lebah timur" sekaligus Sekretaris DPC PKB Balikpapan itu hadir langsung menyaksikan jalannya pertandingan.
Sofyan menegaskan lomba song bukan sekadar kompetisi, melainkan momentum memperkuat hubungan antarwarga pesisir. Ia meminta seluruh peserta menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
"Jangan dilihat siapa yang mensponsori, tetapi lihat kebersamaan. Ini menjadi sarana untuk merajut tali silaturahmi kita, satu keluarga, satu rumpun warga pesisir se-Balikpapan Timur," kata Sofyan, Jumat (21/8/2026) malam.
"Selamat bertanding kepada saudara-saudaraku, keluarga-keluargaku, baik dari Manggar, Manggar Baru, Lamaru dan Teritip. Kita junjung sportivitas," ujarnya.
Song, dari Tradisi Lokal Menuju Kancah Nasional
Di tengah gempuran permainan digital, Sofyan berharap song bisa berkembang seperti domino yang populer di tingkat nasional. Ia menilai permainan kartu tradisional ini punya potensi besar untuk dikenal lebih luas.
"Harapannya permainan song ini bisa menjadi salah satu olahraga yang populer di tingkat nasional, seperti domino," katanya.
Rangkaian kegiatan di RT 06 Lamaru tidak hanya berhenti pada lomba song. Jalan santai dan perlombaan anak-anak turut memeriahkan suasana, menjadikan momen HUT RI sebagai ruang berkumpul seluruh lapisan masyarakat.
Tim Buntu: Tujuh Tahun Berkarya Tanpa Bantuan Pemerintah
Sofyan juga memberikan apresiasi terhadap kelompok sosial Tim Buntu yang telah aktif selama tujuh tahun dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan. Nama yang terkesan negatif justru menjadi kebanggaan tersendiri bagi sang anggota dewan.
"Tim Buntu sudah tujuh tahun umurnya. Memang namanya Buntu, tetapi hari ini menjadi apresiasi bagi saya sebagai anggota DPRD bahwa Tim Buntu tidak mengharapkan bantuan pemerintah, tetapi kegiatannya sudah berlangsung tujuh tahun dan aktif dalam kegiatan sosial," tuturnya.
Sementara itu, Ketua RT 06 Kelurahan Lamaru, Indo Wero, menyampaikan terima kasih kepada seluruh warga dan pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan. Ia berharap tradisi ini terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang.
"Saya ucapkan terima kasih kepada semua keluarga saya dari Manggar, dari Teritip, dan seluruh warga RT 06 yang berpartisipasi dan hadir dalam acara lomba song yang disponsori oleh Bapak Dewan kita, Sofyan Jufri," ujar Indo Wero.
"Banyak terima kasih atas kontribusinya. Mudah-mudahan tahun depan kita laksanakan lagi," sambungnya.
Indo Wero menilai kegiatan ini menjadi momentum penting bagi warga untuk berkumpul dan menjaga kebersamaan di tengah kesibukan masing-masing. Dengan tingginya antusiasme peserta, lomba song di Lamaru diharapkan tidak berhenti sebagai pertandingan semata, melainkan tumbuh menjadi tradisi yang memperkuat persaudaraan warga pesisir Balikpapan Timur.