ISPU Tembus 180 di PALI, Kualitas Udara 5 Daerah Sumsel Masuk Kategori Peringatan Akibat Karhutla
PALEMBANG — Kabut asap tipis mulai menyelimuti sejumlah wilayah di Sumatera Selatan seiring meningkatnya nilai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Data pemantauan DLHP Sumsel per Jumat (21/8) menempatkan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) sebagai daerah dengan kualitas udara terburuk, dengan angka ISPU menyentuh 180 atau masuk kategori tidak sehat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran DLHP Sumsel, Idrus Salam, membenarkan bahwa kondisi tersebut telah memasuki tahap peringatan. Meski demikian, ia menegaskan tingkat polusi belum sampai pada level yang membahayakan secara ekstrem.
"Kalau berdasarkan data yang ada, itu sudah memasuki warning. Tapi memang belum sampai terlalu parah," ujar Idrus kepada Antara, Jumat (21/8/2026).
Empat Daerah Lain Menyusul, Palembang Tembus Angka 141
Selain PALI, sejumlah daerah lain juga mencatatkan ISPU di atas ambang batas normal. Kabupaten Ogan Ilir berada di angka 166, disusul Musi Rawas dengan 159. Sementara itu, dua kota besar, Palembang dan Prabumulih, masing-masing mencatatkan ISPU 141 dan 140.
Angka-angka tersebut menunjukkan bahwa polusi udara akibat karhutla tidak hanya melanda kawasan tengah Sumsel, tetapi juga mulai berdampak ke wilayah perkotaan. DLHP Sumsel terus memantau perkembangan titik panas dan pergerakan angin untuk mengantisipasi memburuknya kondisi udara dalam beberapa hari ke depan.
Pembatasan Aktivitas Baru Diterapkan Jika ISPU Tembus 301
Meski lima daerah sudah masuk kategori peringatan, DLHP Sumsel memastikan belum ada kebijakan untuk membatasi aktivitas masyarakat secara besar-besaran. Kebijakan meliburkan sekolah maupun pekerja baru akan dipertimbangkan jika nilai ISPU mencapai level berbahaya.
"Pembatasan aktivitas baru akan menjadi pertimbangan jika nilai ISPU sudah memasuki kategori berbahaya, yaitu mencapai 301 atau lebih," ungkap Idrus.
Warga Rentan Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Pihak DLHP Sumsel mengimbau masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita gangguan pernapasan, untuk mengurangi aktivitas di ruang terbuka. Imbauan ini disampaikan mengingat kabut asap tipis berpotensi memekat sewaktu-waktu.
"Untuk masyarakat yang sudah ada penyakit asma, itu lebih baik menghindari aktivitas di luar rumah agar nanti tidak mengakibatkan kesehatan terganggu," kata Idrus.
Ia juga meminta warga yang memiliki gangguan saluran pernapasan untuk lebih waspada dan menghindari paparan asap guna mencegah kondisi kesehatan memburuk. Penggunaan masker saat berada di luar rumah juga disarankan sebagai langkah antisipasi.
Karhutla di Muba Bakar 115 Hektare Lahan
Meningkatnya ISPU di sejumlah daerah tidak terlepas dari meluasnya kebakaran hutan dan lahan di Sumsel. Tim Manggala Agni disebut telah mengintensifkan penanganan karhutla di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), tepatnya di kawasan Muara Medak, yang lahannya terbakar mencapai sekitar 115 hektare.
Upaya pemadaman terus dilakukan untuk mencegah api menjalar ke area yang lebih luas, sekaligus menekan produksi asap yang menjadi sumber pencemaran udara di wilayah sekitarnya.