Pencarian

RI Jajaki Ekspor Beras ke Filipina, PNG, dan Timor Leste

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:01:04 WIB
RI Jajaki Ekspor Beras ke Filipina, PNG, dan Timor Leste
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia menjajaki ekspor beras ke Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan Indonesia sedang menjajaki ekspor beras ke tiga negara baru, yakni Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste, setelah sebelumnya mengirim 1.000 ton ke Malaysia. Penjajakan ini menandai upaya Indonesia memperluas pasar pangan internasional setelah mencatatkan swasembada beras. Namun, volume pengiriman ke ketiga negara tersebut belum mencapai kesepakatan.

Negara Sasaran Ekspor Beras

Amran mengungkapkan bahwa pihaknya masih menjajaki dua hingga tiga negara sebagai tujuan ekspor berikutnya. Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste masuk dalam radar pemerintah.

"Kita masih jajaki ada dua negara, ada dua-tiga negara. Itu jajaki Filipina, Papua Nugini, dan nanti Timor Leste, negara tetangga kita," kata Amran di Jakarta, dikutip Jumat (9/10/2026).

Meski penjajakan sudah dilakukan, Amran belum bisa memastikan berapa volume beras yang akan dikirim ke masing-masing negara. "Belum. Belum ada kepastian," ujarnya singkat.

Ekspor ke Malaysia Jadi Tonggak Sejarah

Pengiriman beras ke Malaysia menjadi momen penting bagi Indonesia. Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, menyebut capaian ini sebagai tonggak sejarah setelah 42 tahun Indonesia tidak mengekspor beras.

"Sudah diputuskan ada kontrak 500 ribu ton Indonesia ekspor ke Malaysia, negara jiran, negeri jiran, tetangga, 500 ribu ton. Ya menguntungkan kontraknya, dan Indonesia menjadi penghasil ekspor lagi setelah 42 tahun," ungkap Hashim.

Ekspor perdana 1.000 ton beras premium ke Malaysia dilakukan menjelang Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pengiriman tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pasar Sarawak.

Amran menilai ekspor ini sebagai momentum penting karena produksi nasional tidak hanya mampu mencukupi kebutuhan dalam negeri, tetapi juga membuka peluang memasok pasar internasional.

"Dulu kita pernah ekspor ke Palestina, ke Mesir, nah sekarang kita ekspor ke Malaysia," ujar Amran dalam keterangan tertulis, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Stok Beras Nasional Capai 5,2 Juta Ton

Keputusan membuka keran ekspor diambil setelah pemerintah memastikan ketersediaan beras nasional dalam kondisi aman. Stok beras di Bulog saat ini mencapai 5,2 juta ton.

"Di mana kita sudah swasembada beras, stok kita 5,2 juta ton sampai dengan hari ini. Bahkan kita sudah sewa gudang, 2 juta ton kita surplus," kata Amran.

Pemerintah juga memperkirakan produksi beras nasional pada 2026 lebih tinggi dibandingkan 2025 berdasarkan estimasi Badan Pusat Statistik. Kondisi itu menjadi salah satu pertimbangan untuk membuka pasar ekspor dengan tetap mengutamakan kebutuhan domestik.

Untuk tahap awal, ekspor dilakukan secara bertahap dengan mengirim 1.000 ton beras premium ke Malaysia. Pemerintah berharap penjajakan ke Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste dapat segera menghasilkan kesepakatan volume yang pasti.

Penutup: Keberhasilan Indonesia mengekspor beras setelah 42 tahun menjadi sinyal positif bagi sektor pertanian nasional. Jika penjajakan ke tiga negara baru berbuah kontrak, posisi Indonesia sebagai lumbung pangan regional akan semakin kuat.

Sumber: liputan6.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks