LIPUTANHARIAN.CO.ID — Guruh Soekarnoputra dikabarkan tengah dirawat di rumah sakit dalam kondisi kritis pada Jumat (25/9). Politikus PDIP Guntur Romli membenarkan kabar tersebut dan meminta masyarakat mendoakan kesembuhan adik Megawati Soekarnoputri itu. Doa bersama pun digelar untuk mendukung pemulihan seniman sekaligus politikus berusia 73 tahun tersebut.
Kondisi Terkini dan Permintaan Doa
Kabar soal kondisi kesehatan Guruh pertama kali mencuat dari pernyataan Guntur Romli. Ia mengonfirmasi bahwa anak bungsu Presiden pertama RI Soekarno itu sedang menjalani perawatan intensif.
"Betul, mohon doanya," kata Guntur Romli saat dihubungi awak media.
Guntur menambahkan bahwa pihaknya telah menggelar doa bersama untuk kesembuhan Guruh. Ia juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia turut mendoakan agar kondisi Guruh segera membaik.
"Kami juga menggelar doa bersama untuk Mas Guruh. Mohon doa dari masyarakat Indonesia untuk kesembuhan Mas Guruh Soekarnoputra," ujarnya.
Jejak Pendidikan dan Latar Keluarga
Guruh lahir sebagai anak bungsu Soekarno dari pernikahannya dengan Fatmawati. Ia merupakan adik dari Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri.
Pendidikan awalnya ditempuh di Perguruan Cikini, lalu berlanjut ke SMA Negeri 25 Jakarta. Guruh sempat menempuh studi Arkeologi di University of Amsterdam selama tiga tahun hingga 1974.
Setelah kembali ke Indonesia, ia melanjutkan pendidikan sarjana di Ilmu Administrasi Negara STIAMI pada 2005-2008 dan meraih gelar Sarjana Administrasi Publik. Pada 2010, Guruh menyelesaikan gelar Magister Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Sumber Daya Manusia.
Kiprah di Dunia Seni dan Musik
Sejak muda, Guruh dikenal lewat bakatnya di seni tari dan musik. Ia mendirikan grup kesenian Swara Mahardika dan GSP Production yang menjadi wadah bagi para seniman muda.
Namanya juga melekat pada grup Guruh Gipsy dan Gank Pegangsaan yang dibentuk bersama Keenan Nasution, Abadi Soesman, dan mendiang Chrisye.
Sejumlah lagu legendaris lahir dari tangannya, seperti "Kala Sang Surya Tenggelam", "Melati Suci", "Zamrud Khatulistiwa", "Lenggang Puspita", serta "Galih dan Ratna". Karya-karya itu masih sering dibawakan ulang musisi generasi sekarang.
Perjalanan Politik hingga Senayan
Guruh mulai terjun ke dunia politik dengan bergabung ke PDI pada 1982. Setelah reformasi, ia berlanjut ke PDIP pada 1999 dan bertahan hingga kini.
Ia juga pernah duduk sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat untuk masa jabatan 1999-2024 dari daerah pemilihan Jawa Timur. Sepanjang karier politiknya, Guruh dikenal sebagai figur yang menjembatani dunia seni dan legislasi.
Kabar memburuknya kondisi kesehatan Guruh menambah daftar kekhawatiran publik terhadap sosok-sosok sepuh yang berjasa di dunia seni dan politik Indonesia. Dukungan dan doa terus mengalir dari berbagai kalangan untuk kesembuhannya.