Pencarian

Moh Zaki Ubaidillah Penentu Emas Badminton Beregu Putra Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 • 05:02:31 WIB
Moh Zaki Ubaidillah Penentu Emas Badminton Beregu Putra Asian Games 2026
Moh Zaki Ubaidillah memastikan kemenangan 3-2 Indonesia atas China di final beregu putra Asian Games 2026.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Tim beregu putra badminton Indonesia menutup final Asian Games 2026 dengan kemenangan dramatis 3-2 atas China di Ichinomiya City Sports Gymnasium, Kamis (24/9) malam WIB. Moh Zaki Ubaidillah, debutan berusia 19 tahun, menjadi penentu setelah menaklukkan Weng Hongyang lewat comeback 23-21, 21-13. Emas ini jadi yang pertama bagi Indonesia di nomor beregu putra sejak 1998.

Partai kelima berjalan tidak nyaman bagi Ubed, sapaan akrab Moh Zaki Ubaidillah. Weng Hongyang sudah berada di ambang kemenangan gim pertama dengan game point 20-16. Tapi pemuda kelahiran 2007 itu menolak menyerah dan memaksa duel berlanjut ke setting, sebelum menutupnya 23-21.

Comeback dari 16-20 di Gim Pertama

Kemenangan gim pertama mengubah nada pertandingan. Ubed tampil jauh lebih lepas di gim kedua, tidak lagi ragu mengambil inisiatif serangan. Weng yang sempat menguasai lapangan tengah kehilangan momentum, dan Ubed menuntaskan laga dengan 21-13.

Hasil itu memastikan Indonesia menang 3-2 atas China. Sebelumnya, Indonesia sempat tertinggal 0-2 setelah Shi Yu Qi mengalahkan Jonatan Christie dan pasangan Liang Wei Keng/Wang Chang menundukkan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

Alwi Farhan dan Leo/Daniel Jaga Asa Indonesia

Jalur menuju partai penentu dibuka Alwi Farhan. Kemenangannya memangkas jarak menjadi 1-2 dan memberi napas bagi tim Merah Putih. Pasangan Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin kemudian menyamakan kedudukan 2-2, memaksa laga ditentukan di partai kelima.

Bagi Ubed, tekanan di partai penentu terasa berbeda. Ia mengakui sempat kewalahan di awal laga, terutama karena atmosfer final Asian Games yang baru pertama kali ia rasakan.

"Ya pastinya mungkin tadi pertama agak sedikit keteteran karena agak sedikit nervous. Saya coba berusaha lebih tenang lagi dan pelatih juga terus meyakinkan saya untuk bisa mengambil poin satu per satu dan Alhamdulillah bisa mengembalikan keadaan tadi," kata Ubed kepada TVRI seusai pertandingan.

Debut Manis di Panggung Asia

Status debutan tidak membuat Ubed kehilangan arah. Ia justru tampil sebagai penentu di dua laga krusial, termasuk partai final melawan China. Kepercayaan diri itu ia bangun dari diskusi bersama tim sejak awal turnamen.

"Pastinya senang banget, apalagi ini pertama kali saya debut di Asian Games. Terus ada dua kali penentu juga, jadi penentu. Ya dari awal udah diskusi juga sama tim, terus meyakinkan bahwa kita tuh masih bisa, masih bisa berjuanglah dengan akhir sampai akhir. Alhamdulillah hasilnya bisa diberi kemenangan dan dikasih podium satu," ujarnya.

Emas Pertama Beregu Putra Sejak 1998

Gelar ini mengakhiri penantian panjang Indonesia di nomor beregu putra Asian Games. Terakhir kali Indonesia naik podium tertinggi di sektor ini terjadi pada 1998, jauh sebelum Ubed lahir.

Akun resmi Badminton Indonesia langsung merayakan pencapaian tersebut dengan menulis pesan singkat di media sosial: "REMEMBER HIS NAME!!! MOH ZAKI UBAIDILLAH!!!"

Kemenangan atas China juga menjadi sinyal bahwa regenerasi tunggal putra Indonesia berjalan sesuai jalur. Ubed, Alwi Farhan, dan pasangan Leo/Daniel membuktikan mampu menanggung beban di laga-laga besar.

Rekap Final Asian Games 2026 Beregu Putra

  • Shi Yu Qi vs Jonatan Christie: China menang
  • Liang Wei Keng/Wang Chang vs Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri: China menang
  • Alwi Farhan: Indonesia menang
  • Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin: Indonesia menang
  • Moh Zaki Ubaidillah vs Weng Hongyang: Indonesia menang 23-21, 21-13

Indonesia menutup final dengan skor 3-2 dan membawa pulang medali emas pertama di Asian Games 2026.

Sumber: sport.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks