Pencarian

Industri Kamera Jepang Bangkit Lagi, Produksi Naik Dua Tahun Beruntun

Minggu, 23 Agustus 2026 • 17:01:01 WIB
Industri Kamera Jepang Bangkit Lagi, Produksi Naik Dua Tahun Beruntun
Produksi kamera Jepang naik dua tahun beruntun, pertama kalinya dalam dua dekade terakhir.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Data terbaru Kementerian Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang (METI) menunjukkan sinyal pemulihan yang konsisten bagi industri kamera domestik setelah tertekan keras oleh dominasi smartphone sejak akhir 2000-an. Pertumbuhan produksi dua tahun beruntun ini menjadi penanda pertama kalinya dalam 20 tahun terakhir.

Meski begitu, volume produksi saat ini masih jauh dari masa kejayaan industri kamera Jepang. Pada 2006, setahun sebelum iPhone pertama meluncur, Jepang memproduksi sekitar 37 juta kamera foto dan 12 juta kamera video. Angka tersebut merosot drastis menjadi hanya sekitar dua juta unit secara total pada 2024.

DSLR Ditinggalkan, Mirrorless dan Compact Jadi Penyelamat

Perubahan tren konsumen terlihat jelas dari komposisi jenis kamera yang dikirim ke pasar domestik Jepang. Pengiriman kamera SLR/DSLR anjlok dari sekitar 12 juta unit pada 2020 menjadi hanya sekitar satu juta unit pada 2025.

Sebaliknya, kamera mirrorless menunjukkan performa yang lebih stabil. Pengiriman kamera mirrorless naik dari sekitar 3,3 juta unit pada 2020 menjadi sekitar 5,4 juta unit pada 2024. Angka tersebut sedikit turun menjadi sekitar 4,6 juta unit pada 2025.

Yang menarik, kamera compact mulai dilirik kembali. Setelah menyentuh titik terendah sekitar 3,9 juta unit pada 2023, pengiriman kamera saku ini merangkak naik menjadi sekitar 4,4 juta unit pada 2024 dan mencapai 5,2 juta unit pada 2025.

Konten Media Sosial Jadi Pemicu Konsumen Kembali ke Kamera

METI mengidentifikasi satu faktor utama di balik pemulihan ini: konsumen muda yang menginginkan kualitas foto dan video lebih baik untuk konten media sosial dibandingkan hasil jepretan kamera smartphone. Kebutuhan akan kualitas gambar yang lebih tajam, depth of field alami, dan performa video yang mumpuni menjadi pendorong utama.

Penetrasi smartphone di Jepang sendiri telah melampaui 90 persen dalam beberapa tahun terakhir. Namun, alih-alih menggantikan kamera sepenuhnya, perangkat ini justru berperan sebagai pintu masuk bagi generasi baru untuk mengenal dunia fotografi yang lebih serius.

Bagi pengguna di Indonesia, tren ini patut diperhatikan. Ini berarti pilihan kamera mirrorless dan compact di pasar global akan semakin beragam, dan perlahan produsen mulai memproduksi unit dalam jumlah lebih besar. Hal ini berpotensi menekan harga jual di pasar lokal, terutama untuk lini kamera mirrorless entry-level yang selama ini menjadi incaran kreator konten pemula.

Meskipun industri kamera Jepang belum akan kembali ke level produksi seperti awal tahun 2000-an, data METI menunjukkan bahwa kamera khusus telah menemukan kembali pasarnya di tengah gempuran smartphone. Masa depan industri ini kini bertumpu pada segmen mirrorless dan compact yang lebih sesuai dengan kebutuhan kreator konten modern.

Sumber: tekno.kompas.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks