DENPASAR — Thalia Gunawan, siswi kelas II SMPN 1 Denpasar, resmi meluncurkan single kedua berjudul 'Jangan Lupakanku' pada Sabtu (22/8/2026) di Hotel Ibis Styles, Denpasar. Lagu yang diaransemen dengan genre koplo ini mengangkat tema kesetiaan dan kerinduan terhadap kekasih yang tengah menjalani hubungan jarak jauh atau Long Distance Relationship (LDR).
Peluncuran ini merupakan langkah baru bagi Thalia setelah sebelumnya merilis single perdana berjudul 'Kamu yang dibangku depan' dengan genre pop pada 3 Januari 2026 lalu.
Alasan Eksplorasi Genre Koplo
Perpindahan genre dari pop ke koplo bukan tanpa pertimbangan. Ika, selaku manager sekaligus ibunda Thalia, menyebut genre koplo dipilih karena memiliki daya tarik tersendiri dan pasar pendengarnya cukup besar di Bali maupun Jawa.
"Sedangkan, pada single kedua berjudul Jangan Lupakanku, diaransemen dengan genre koplo. Langkah baru dalam bermusik Thalia, merupakan terobosan baru dan melihat pasar di Bali maupun Jawa, yang mana genre koplo cukup banyak diminati pendengar kekinian," tutur Ika, Sabtu (22/8/2026).
Keputusan ini juga didasari kecocokan antara karakter suara Thalia dengan aransemen koplo yang digarap tim produser dari Jakarta.
Proses Kreatif dan Tantangan Rekaman
Proses produksi single ini memakan waktu sekitar satu bulan. Tim produser dari Jakarta terbang ke Bali untuk menggarap rekaman hingga selesai. Thalia mengaku tantangan terbesarnya adalah menguasai nada tinggi yang menjadi ciri khas genre koplo.
"Lagu ini cukup susah karena memiliki ciri khas nada tinggi. Genre koplo ini juga pertama kali saya nyanyikan, biasanya bernyanyi seperti lagu-lagu seperti dari Mahalini. Semoga karya lagu yang saya launching ini bisa disukai oleh teman-teman," papar Thalia.
Video Klip di Tiga Lokasi Ikonik Sanur
Video klip 'Jangan Lupakanku' digarap dengan latar di tiga lokasi berbeda yang seluruhnya berada di kawasan Denpasar Selatan. Ketiga lokasi tersebut adalah Phinisi Cruise, Muntig Siokan Mertasari Sanur, dan Pitaloka di Sanur. Adegan dalam video klip juga didukung oleh model talent bernama Arya.
Andy Duarsa menambahkan bahwa proses mixing dan mastering audio lagu ini disesuaikan oleh produser di Jakarta, sementara rekaman suara dilakukan di Bali. Ia menyebut proses kombinasi genre koplo ini tidak mudah dan membutuhkan waktu pengerjaan yang panjang.