LIPUTANHARIAN.CO.ID — SoftBank Group tengah menghimpun dana hingga USD100 miliar atau setara Rp1.790 triliun dari investor kawasan Teluk. Pendiri sekaligus CEO Masayoshi Son menjajaki pendanaan dari sejumlah investor Timur Tengah, termasuk Uni Emirat Arab. Dana segar ini akan dipakai memperbanyak akuisisi dan memperkuat posisi perusahaan di sektor kecerdasan buatan.
Langkah penghimpunan dana berskala besar ini pertama kali dilaporkan CNA dan menjadi sinyal terbaru ambisi Masayoshi Son membangun kerajaan investasi berbasis kecerdasan buatan. Nilai yang dibidik menempatkan SoftBank di jajaran pemburu dana terbesar dunia tahun ini.
SoftBank tidak hanya mencari uang segar. Perusahaan asal Jepang ini ingin mempercepat sejumlah akuisisi sekaligus membenahi kinerja operasional unit-unit usahanya dengan memanfaatkan AI dan teknologi canggih lain.
Mengapa SoftBank Menyasar Investor Teluk
Kawasan Teluk, khususnya Uni Emirat Arab, punya dana kelolaan besar dari sektor energi yang aktif mencari imbal hasil di teknologi. Hubungan SoftBank dengan investor Timur Tengah bukan hal baru — kemitraan serupa sudah terjalin lewat berbagai kendaraan investasi teknologi dalam beberapa tahun terakhir.
Bagi SoftBank, modal dari Teluk menawarkan fleksibilitas jangka panjang tanpa tekanan kuartalan pasar publik. Bagi investor Teluk, AI menjadi taruhan pertumbuhan yang sulit dilewatkan.
Jejak Investasi AI SoftBank
Langkah penghimpunan dana ini melanjutkan strategi SoftBank yang sudah agresif di sektor AI. Awal bulan ini, perusahaan mengumumkan penyelesaian investasi senilai USD30 miliar atau setara Rp536,85 triliun di OpenAI, perusahaan di balik chatbot ChatGPT.
Investasi tersebut menegaskan posisi SoftBank sebagai salah satu penyandang dana terbesar di ekosistem AI global. Dengan tambahan dana USD100 miliar yang sedang dijajaki, ruang gerak perusahaan untuk masuk ke lebih banyak perusahaan AI terbuka lebar.
Dampak ke Pasar AI Global
Skala dana yang dibidik SoftBank berpotensi mengubah peta persaingan di industri AI. Perusahaan rintisan yang sebelumnya kesulitan mendapat pendanaan besar bisa kembali dilirik, terutama yang bergerak di infrastruktur komputasi, model bahasa, dan aplikasi enterprise.
Bagi kompetitor seperti dana kekayaan negara dan modal ventura besar, kehadiran SoftBank dengan amunisi baru berarti persaingan valuasi di startup AI berpotensi memanas lagi.
Meski begitu, SoftBank belum merinci struktur, tenor, maupun jadwal penutupan penghimpunan dana ini. Pasar masih menunggu konfirmasi resmi soal investor mana saja yang akhirnya masuk ke dalam kendaraan investasi tersebut.