JOMBANG — Kesiap-siagaan PLN diuji lebih dulu saat mengawal Istighotsah dan Manaqib Kubro Jam’iyyah Ahlith Thoriqoh Al-Mu’tabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) pada 25 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum. Kegiatan yang dihadiri ribuan jamaah itu berlangsung tanpa kedip, menjadi sinyal positif sebelum puncak acara Muktamar dimulai.
Untuk memastikan pasokan tetap stabil, PLN mengandalkan satu subsistem dan satu gardu induk sebagai sumber utama. Aliran listrik menuju kawasan kegiatan diperkuat lewat tiga penyulang, yakni Penyulang Bahrul Ulum, Penyulang Tembelang, dan Penyulang Mojokrapak.
Dukungan Peralatan Cadangan di Enam Titik Strategis
PLN menyiapkan empat Unit Gardu Bergerak (UGB) dengan total kapasitas 1.760 kVA. Selain itu, ada tujuh genset berkapasitas 538 kVA, tiga Automatic Transfer Switch (ATS) masing-masing 400 kVA, serta sembilan Uninterruptible Power Supply (UPS) dengan total 580 kVA.
Satu mini mobile SCADA juga diterjunkan untuk memantau kondisi jaringan secara real-time. Seluruh peralatan itu dipusatkan di enam lokasi utama, mulai dari Lapangan Untung Suropati Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Gedung Serba Guna KH Hasbullah Said, Aula Universitas KH. A. Wahab Hasbullah, Masjid Induk Bahrul Ulum, Aula Gedung Madrasah Fatah Hasyim, hingga MAN 3 Tambakberas.
Apresiasi Pengasuh Ponpes untuk Kelistrikan yang Andal
Pengasuh Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum Tambakberas, KH. Abdul Khaliq Hasan, menyampaikan terima kasih atas dukungan PLN. Menurutnya, pasokan listrik yang stabil dan konektivitas internet sangat membantu jalannya rangkaian kegiatan keagamaan.
"Kami menyampaikan terima kasih kepada PLN atas kehadiran dan dukungannya dalam menyediakan listrik yang andal serta konektivitas internet. Semoga sinergi ini mendukung kesuksesan seluruh rangkaian kegiatan dan membawa keberkahan bagi kita semua," ujar KH. Abdul Khaliq Hasan.
Komitmen Garda Terdepan untuk Agenda Keagamaan
General Manager PLN UID Jawa Timur, Eric Rossi Priyo Nugroho, menegaskan bahwa pengamanan berlapis ini merupakan bentuk nyata dukungan perusahaan terhadap acara berskala nasional. Ia memastikan personel siap bergerak cepat apabila terjadi gangguan di lapangan.
"PLN siap menjadi garda terdepan dalam mendukung setiap agenda keagamaan di Jawa Timur. Kami telah menyiapkan sistem pasokan berlapis, peralatan cadangan, serta 77 personel yang bersiaga selama 24 jam," tegas Eric.
Melalui semangat Hari Pelanggan Nasional 2026, PLN mewujudkan komitmennya tidak hanya dalam menjaga keandalan pasokan, tetapi juga memastikan kelancaran sistem kelistrikan pada momentum penting bagi masyarakat dan bangsa.