Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) untuk memperkuat keamanan sistem pemerintahan digital di wilayahnya. Sekretaris Daerah Jateng Sumarno menegaskan kolaborasi ini tidak hanya berhenti di tingkat provinsi, tetapi akan diperluas hingga seluruh kabupaten/kota dan pemangku kepentingan di Jateng.
SEMARANG — Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno menerima kunjungan jajaran Badan Sandi dan Siber Negara (BSSN) di Semarang, Jumat (21/8/2026). Pertemuan itu membahas penguatan keamanan siber di tengah masifnya penerapan pemerintahan digital di lingkungan Pemprov Jateng.
Sumarno menyebut keamanan siber kini menjadi tantangan serius yang tidak bisa dihadapi sendiri oleh pemerintah daerah. Ia menekankan penguatan sistem tersebut membutuhkan kerja bersama dan dukungan berbagai pihak, termasuk BSSN yang memiliki kompetensi di bidang sandi dan siber.
Kolaborasi Tidak Berhenti di Tingkat Provinsi
Sumarno mengapresiasi kunjungan BSSN yang dinilainya menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pemerintahan digital. Ia berharap sinergi ini tidak hanya berhenti di level provinsi, tetapi menjangkau 35 kabupaten/kota se-Jawa Tengah.
"Kita bicaranya tidak hanya Pemprov Jateng, tapi juga dengan pemerintah kabupaten/kota se-Jateng, bahkan tidak hanya di sisi pemerintahan saja. Semua stakeholder di Jateng ini bisa bersama-sama berkolaborasi," katanya.
BSSN Siap Beri Pembinaan ke Daerah
Pertemuan tersebut dihadiri Deputi Bidang Keamanan Siber dan Sandi Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (Deputi III) BSSN Sulistyo, didampingi Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Digital Jateng Lilik Henry Ristanto beserta jajaran.
Menurut Sumarno, BSSN memiliki kompetensi untuk memberikan pembinaan dan pendampingan kepada pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan siber. Kehadiran lembaga itu diharapkan mampu mendorong tata kelola pemerintahan digital yang lebih aman dan andal.
Menuju Kedaulatan Siber Jateng
Dengan keterlibatan yang lebih luas, upaya membangun keamanan dan kedaulatan siber di Jawa Tengah diharapkan dapat dilakukan secara bersama-sama. Sumarno menegaskan kolaborasi ini menjadi kunci utama menghadapi ancaman siber yang kian kompleks.
"Kami merasa senang, dan mudah-mudahan nanti kolaborasi ke depan untuk pemerintahan digital di Jawa Tengah juga akan lebih maju," ujarnya.