PBOC Buka Pasar Keuangan China, Dorong Yuan Jadi Aset Diversifikasi Global

Gubernur PBOC Pan Gongsheng menyampaikan komitmen pembukaan pasar keuangan China bagi investor global dalam pidato di sela pertemuan IMF dan Bank Dunia.
Penulis: Saifuddin Wahid
Minggu, 18 Oktober 2026 | 09:02:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Gubernur Bank Sentral China (PBOC) Pan Gongsheng menyatakan komitmen membuka lebih lebar pasar keuangan domestik bagi investor global. Aset berbasis yuan dinilai mampu menjawab kebutuhan diversifikasi portofolio di tengah ketidakpastian perdagangan dan geopolitik yang meningkat.

Pernyataan Pan disampaikan dalam pidato di sela pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, seperti dikutip Reuters. Menurut pernyataan resmi PBOC, pertumbuhan ekonomi China yang stabil dan perkembangan industri teknologi tinggi menjadi fondasi bagi aset berbasis renminbi (RMB).

Risiko Geopolitik dan AI Jadi Pemicu

Pan menyebut tiga faktor yang mendorong China mempercepat internasionalisasi yuan. Pertama, meningkatnya risiko geopolitik. Kedua, perubahan mendalam pada lanskap ekonomi global. Ketiga, pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Ketiga faktor itu dinilai memperkuat daya tarik aset yuan bagi investor internasional yang ingin mendiversifikasi portofolio. PBOC menegaskan kondisi ekonomi China saat ini menopang kepercayaan terhadap instrumen berdenominasi RMB.

Empat Langkah PBOC Memperluas Penggunaan Yuan

Untuk memperluas pemakaian yuan di tingkat internasional, PBOC menyiapkan sejumlah langkah konkret:

  • Mendorong penerimaan dan penggunaan obligasi berdenominasi yuan sebagai agunan yang memenuhi syarat di pasar global
  • Memperkuat konektivitas infrastruktur keuangan lintas negara
  • Mendukung pengembangan pasar yuan di luar China daratan (offshore)
  • Memperluas perangkat pengelolaan risiko untuk melancarkan investasi dan pembiayaan

Langkah-langkah tersebut merupakan bagian dari upaya China memperkuat peran yuan dalam sistem keuangan internasional. PBOC juga menekankan pentingnya perluasan instrumen lindung nilai agar arus investasi lintas batas berjalan lebih lancar.

Desakan IMF dan Sorotan Ketidakseimbangan Global

Pernyataan Pan muncul sehari setelah Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva menyarankan China mengalihkan model pertumbuhannya dari ekspor ke konsumsi domestik. Dalam pidato di forum yang sama, Pan juga menyerukan agar Beijing menggeser orientasi pertumbuhan ke konsumsi dalam negeri.

Pada pidato terpisah, Pan menyoroti ketidakseimbangan ekonomi global. Menurutnya, persoalan itu berkaitan erat dengan perkembangan pembagian kerja global, kontradiksi mendasar dalam sistem moneter internasional, serta defisit fiskal tinggi dan berkepanjangan di sejumlah negara. Ia menegaskan ketidakseimbangan global tidak bisa diperbaiki hanya lewat penyesuaian nilai tukar.

Pandangan tersebut disampaikan dalam pertemuan bersama Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde dan Komisaris Eropa untuk Ekonomi dan Produktivitas Valdis Dombrovskis.

Momentum di Tengah Tekanan terhadap Aset Dolar

China mempercepat pembukaan pasar modal di tengah perang dagang yang dijalankan Presiden AS Donald Trump dan kebijakan luar negeri AS yang sulit diprediksi. Situasi itu dinilai mengikis kepercayaan terhadap aset berbasis dolar AS.

Pasar keuangan global juga menghadapi gejolak seiring kekhawatiran investor terhadap prospek laba perusahaan yang berinvestasi besar-besaran di bidang AI. Investor mempertanyakan kemampuan perusahaan tersebut membukukan kenaikan laba yang memadai di tengah biaya pinjaman yang makin tinggi.

Bagi investor Indonesia, pembukaan pasar China dan penguatan peran yuan menambah pilihan diversifikasi valuta asing di luar dolar AS. Namun, dampaknya terhadap aliran modal ke pasar domestik bergantung pada daya tarik imbal hasil surat berharga negara dan stabilitas kurs rupiah.

Reporter: Saifuddin Wahid