Kabut Asap Selimuti Danau Toba, Panorama dari Ajibata Tak Terlihat

Kabut asap menutupi kawasan Danau Toba sehingga panorama dari Pelabuhan Ajibata tidak terlihat.
Penulis: Muzakir Salim
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 10:41:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kabut asap menyelimuti kawasan Danau Toba di Sumatera Utara dan menutup panorama yang biasa dinikmati wisatawan saat menyeberang dari Pelabuhan Ajibata menuju Samosir. Sejumlah pengunjung mengaku kecewa karena perjalanan yang direncanakan jauh hari tak sesuai bayangan. Kondisi ini berlangsung saat liburan keluarga, sehingga wisatawan berharap penanganan segera dilakukan.

Fikri Siagian (30), wisatawan asal Labuhanbatu Utara, membawa keluarga besarnya berlibur ke Samosir untuk mendatangi sejumlah destinasi yang selama ini ia lihat di media sosial. Setibanya di Pelabuhan Ajibata, pemandangan Danau Toba yang biasanya jadi momen paling ditunggu dalam perjalanan menuju Samosir justru tertutup kabut asap.

"Kecewa sih, karena biasanya pemandangan pas menyebrang (dari Pelabuhan Ajibata ke Samosir) ini yang ditunggu," kata Fikri saat diwawancarai, Jumat (16/10/2026), dikutip dari detikSumut.

Fikri sebenarnya sudah membaca kabar soal kabut asap Danau Toba di media sosial sebelum berangkat. Ia mengira kondisi itu hanya berlangsung satu atau dua hari, sehingga tetap menjalankan rencana liburan tiga hari di Samosir bersama keluarganya.

"Rencana mau 3 hari di Samosir. Memang sudah lihat di sosmed kalau Danau Toba ditutup kabut. Kami pikir cuma sehari dua hari, rupanya pas datang masih ketutup," ujarnya.

Keluhan Wisatawan Lain: Panorama Hilang Tertutup Putih Asap

Keluhan serupa datang dari Ika (25). Ia dan temannya sudah merencanakan perjalanan ke kawasan Danau Toba sejak jauh hari, termasuk memesan hotel untuk menginap.

"Memang sudah jauh-jauh hari direncanakan. Sudah pesan hotel dan segala macamnya," kata Ika.

Menurut Ika, kabut asap tak hanya menghalangi pandangan. Kondisi itu juga memunculkan kekhawatiran selama perjalanan wisata berlangsung.

"Khawatir juga sebenarnya dan mengganggu. Apalagi pemandangannya nggak kelihatan lagi kan, cuman warna putih asap. Pemandangannya jadi hilang," ujarnya.

Dampak bagi Rencana Liburan di Samosir

Kabut asap menutup sejumlah wilayah di Sumatera Utara, termasuk kawasan Danau Toba. Bagi wisatawan, hilangnya panorama berarti daya tarik utama kawasan itu tak bisa dinikmati maksimal, terutama saat menyeberang dari Pelabuhan Ajibata.

Fikri tetap mengaku senang bisa menghabiskan waktu bersama keluarga meski pemandangan tak sesuai harapan. Ia berharap kondisi kabut asap segera membaik agar wisatawan bisa kembali menikmati keindahan Danau Toba.

Ika menaruh harapan serupa pada pemerintah. Ia mendesak ada langkah penanganan kabut asap yang menyelimuti kawasan Danau Toba agar perjalanan wisata tidak lagi terganggu.

Tips bagi yang Tetap Berencana ke Danau Toba

Bagi traveler yang sudah telanjur memesan akomodasi, pantau kondisi cuaca dan kabut asap beberapa hari sebelum keberangkatan. Konfirmasi juga kondisi terkini kawasan Danau Toba ke pengelola hotel atau dinas pariwisata setempat, terutama bila perjalanan utama Anda bergantung pada panorama danau.

Siapkan rencana cadangan berupa aktivitas darat di Samosir, seperti menelusuri desa budaya atau menikmati kuliner lokal, agar liburan tetap berjalan saat pandangan ke danau terhalang. Informasi terkini soal kondisi kabut dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Durasi ideal kunjungan ke Samosir umumnya dua sampai tiga hari. Namun saat kabut asap pekat, pertimbangkan menunda perjalanan yang tujuannya semata menikmati panorama Danau Toba hingga kondisi membaik.

Reporter: Muzakir Salim