Tradisi Tedak Siten Anak Via Vallen: Makna dan Rangkaian Prosesinya

Penyanyi Via Vallen dan suaminya, Chevra Yolandi, menggelar tradisi tedak siten untuk anak kedua mereka, Shazza, yang berusia 7 bulan.
Penulis: Saifuddin Wahid
Sabtu, 17 Oktober 2026 | 09:01:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Penyanyi dangdut Via Vallen menggelar tedak siten untuk anak keduanya, Shazza, yang baru berusia 7 bulan. Tradisi Jawa ini menandai kesiapan bayi menginjak tanah. Kenali makna, rangkaian prosesi, dan perlengkapan yang biasa disiapkan orang tua.

Via Vallen dan suaminya, Chevra Yolandi, menggelar acara tedak siten untuk anak kedua mereka, Shazza. Bayi berusia 7 bulan itu menjalani prosesi adat Jawa yang sarat makna. Tradisi ini biasanya digelar saat anak mulai belajar berdiri dan berjalan.

Bagi ibu yang ingin mengenal lebih dekat, tedak siten bukan sekadar upacara. Ada harapan besar di balik setiap tahapannya.

Apa Itu Tedak Siten dan Kapan Digelar?

Tedak siten berasal dari kata "tedak" yang berarti turun dan "siten" dari "siti" yang berarti tanah. Upacara ini menandai momen anak pertama kali menyentuh tanah. Umumnya digelar saat usia bayi menginjak 7 bulan, ketika otot kakinya sudah cukup kuat untuk menapak.

Masyarakat Jawa memaknai prosesi ini sebagai permohonan agar anak tumbuh mandiri dan kuat menjalani hidup. Shazza menjalani tradisi ini di usia yang lazim, yaitu 7 bulan.

Rangkaian Prosesi yang Biasanya Dijalani Bayi

Susunan acara tedak siten berbeda antar daerah, tapi beberapa tahap berikut hampir selalu ada:

  • Menginjak tanah: bayi dituntun menapakkan kaki di tanah atau nampan berisi pasir.
  • Meniti tangga dari tebu: anak melangkah di atas tangga tebu wulung sebagai simbol kekuatan.
  • Masuk kurungan ayam: bayi dimasukkan ke kurungan berisi berbagai benda, lalu memilih satu.
  • Dimandikan dengan air bunga: prosesi pembersihan sebagai simbol doa dan keselamatan.

Benda yang dipilih anak di dalam kurungan dipercaya menggambarkan minatnya kelak. Ada yang menyiapkan alat tulis, uang, mainan, hingga perlengkapan ibadah.

Perlengkapan yang Perlu Disiapkan Orang Tua

Persiapan tedak siten sebaiknya dilakukan jauh hari, terutama jika acara melibatkan keluarga besar. Perlengkapan inti meliputi tangga tebu, kurungan ayam, nampan berisi pasir atau tanah, air bunga, serta beragam benda untuk dipilih bayi.

Sesuaikan skala acara dengan kondisi keluarga. Prosesi sederhana di rumah bersama kerabat terdekat tetap menyimpan makna yang sama. Pastikan bayi dalam kondisi sehat dan tidak kelelahan saat prosesi berlangsung.

Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Prosesi

Bayi 7 bulan belum bisa berdiri stabil, jadi pendampingan orang tua sangat penting. Pegang tubuh bayi saat meniti tangga tebu agar tidak tergelincir. Pilih alas kaki atau biarkan telapak kaki langsung menyentuh tanah sesuai adat yang diikuti.

Perhatikan juga suhu dan kebersihan area acara. Jika digelar di luar ruangan, jaga bayi dari paparan matahari langsung dan pastikan tanah atau pasir bebas benda tajam. Hentikan prosesi bila bayi tampak rewel atau tidak nyaman.

Makna yang Bisa Ditanamkan Sejak Dini

Tedak siten mengingatkan orang tua bahwa tumbuh kembang anak berjalan bertahap. Dari belajar menapak hingga mandiri, setiap fase butuh dukungan keluarga. Tradisi seperti ini bisa menjadi cara memperkenalkan akar budaya pada anak sejak kecil.

Bagi Via Vallen dan Chevra, tedak siten Shazza menjadi momen syukur di tengah kesibukan. Orang tua lain bisa memaknai prosesi serupa sebagai doa bersama, bukan sekadar rangkaian acara.

Reporter: Saifuddin Wahid