Kebakaran Hutan Ganggu Wisata: 1.673 Penerbangan Domestik Terdampak

Kebakaran hutan menyebabkan 1.673 penerbangan domestik terdampak selama periode 11 Agustus–9 Oktober 2026.
Penulis: Ridwan Azhari
Jumat, 16 Oktober 2026 | 10:42:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kebakaran hutan yang melanda sejumlah wilayah Indonesia berdampak serius pada dunia pariwisata, mulai dari gangguan penerbangan hingga pembatalan event olahraga internasional. Data Kementerian Perhubungan mencatat 1.673 penerbangan domestik terdampak selama periode 11 Agustus-9 Oktober 2026, mencakup delay, pembatalan, pengalihan rute, hingga pesawat kembali ke bandara asal. Kondisi ini memaksa wisatawan dan penyelenggara acara menyiapkan langkah antisipasi demi keselamatan di tengah kabut asap.

Kualitas udara yang memburuk akibat kebakaran hutan ternyata bukan hanya persoalan lingkungan. Sektor pariwisata ikut menanggung beban besar, mulai dari jadwal penerbangan yang kacau hingga event olahraga bergengsi yang harus dibatalkan.

Bagi wisatawan, udara bersih semestinya menjadi kebutuhan paling mendasar dalam sebuah perjalanan. Ketika kabut asap datang, yang terganggu bukan cuma pemandangan, tetapi juga rencana perjalanan, aktivitas luar ruang, bahkan keselamatan kesehatan.

Penerbangan Domestik Paling Terdampak

Data hasil koordinasi Kementerian Perhubungan dengan Kantor Otoritas Bandar Udara, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, dan maskapai mencatat 1.673 penerbangan domestik terdampak kebakaran hutan. Rinciannya: 745 penerbangan mengalami delay, 907 penerbangan dibatalkan atau ditunda, 15 penerbangan dialihkan ke bandara lain, dan 6 penerbangan kembali ke bandara asal.

Gangguan tersebut melibatkan 10 maskapai. Citilink Indonesia mencatat jumlah penerbangan terdampak terbanyak dengan 478 penerbangan, disusul NAM Air 300 penerbangan, Wings Air 227 penerbangan, dan Super Air Jet 161 penerbangan.

Maskapai lain yang ikut terdampak yakni Surya Mataram 134 penerbangan, Batik Air 112 penerbangan, Garuda Indonesia 97 penerbangan, TransNusa 94 penerbangan, Lion Air 41 penerbangan, dan Sriwijaya Air 29 penerbangan.

Untuk pembatalan, Wings Air mencatat angka tertinggi dengan 226 penerbangan, disusul Super Air Jet 158 penerbangan dan Citilink 115 penerbangan. Sementara keterlambatan terbanyak dialami Citilink dengan 357 penerbangan, diikuti NAM Air 212 penerbangan.

Sejumlah bandara di Kalimantan berada di wilayah terdampak, antara lain Bandara Supadio Pontianak, Tjilik Riwut Palangka Raya, Syamsudin Noor Banjarmasin, H Asan Sampit, Iskandar Pangkalan Bun, dan Rahadi Oesman Ketapang.

Formula 1 Singapura Tetap Digelar dengan Skenario Khusus

Gelaran Formula 1 Singapore Grand Prix 2026 yang berlangsung 11 Oktober tetap dihelat meski kabut asap menyelimuti wilayah tersebut. Penyelenggara menyiapkan contingency plan jika kualitas udara sampai mengganggu kesehatan, jarak pandang, atau operasional sirkuit.

Masker N95 dan bantuan medis disiagakan di area sirkuit. FIA mengingatkan bahwa aktivitas hiburan dan kegiatan outdoor bisa dibatasi jika kondisi memburuk.

Singapore Night Festival Pantau Kualitas Udara

Singapore Night Festival 2026 yang mengandalkan berbagai pertunjukan outdoor juga terus memantau perkembangan kabut asap. Penyelenggara menyatakan keputusan untuk menjalankan atau menghentikan aktivitas luar ruang akan mengacu pada kondisi kualitas udara dan advisori dari otoritas lingkungan Singapura.

KL Marathon: Anak-anak Batal Lari

KL Standard Chartered Marathon 2026 tetap digelar pada 3-4 Oktober meski Malaysia dilanda kabut asap akibat kebakaran hutan Indonesia. Namun, kelompok Kids Dash dibatalkan demi melindungi kesehatan peserta anak-anak.

Untuk kategori dewasa, full marathon, half marathon, 10K, dan 5K tetap berlangsung. Pemerintah Malaysia sebelumnya memantau kondisi udara karena khawatir terhadap atlet, penonton, dan kru yang beraktivitas lama di luar ruangan.

Kuching Marathon 2026 Resmi Dibatalkan

Kuching Marathon 2026 yang dijadwalkan 27 September benar-benar dibatalkan akibat kabut asap yang melanda Kuching dan sekitarnya. Panitia memutuskan pembatalan setelah memantau indeks kualitas udara dan berkonsultasi dengan otoritas serta penasihat medis.

Lebih dari 13.000 pelari yang sudah terdaftar harus menerima kenyataan ini. Pembatalan menjadi bukti bahwa dampak kebakaran hutan tidak berhenti di batas negara.

Antisipasi bagi Wisatawan

Bagi traveler yang berencana terbang ke wilayah terdampak, pantau status penerbangan secara berkala melalui aplikasi maskapai atau situs resmi bandara. Siapkan masker N95 dan pertimbangkan asuransi perjalanan yang mencakup pembatalan akibat force majeure.

Untuk kegiatan luar ruang, cek indeks kualitas udara harian di lokasi tujuan. Jika angka menunjukkan level tidak sehat, tunda aktivitas fisik berat dan pilih agenda indoor sebagai alternatif.

Perjalanan wisata idealnya memberi pengalaman menyenangkan, bukan risiko kesehatan. Memastikan udara yang dihirup tetap bersih adalah bagian tak terpisahkan dari hak dasar setiap pelancong.

Reporter: Ridwan Azhari