Bawang Merah Brebes Mulai Dikirim ke Thailand, Zulhas Klaim Stok Domestik Aman

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah asal Brebes ke Thailand.
Penulis: Saifuddin Wahid
Jumat, 16 Oktober 2026 | 08:02:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melepas ekspor bawang merah asal Brebes ke Thailand dari fasilitas Controlled Atmosphere Storage (CAS). Langkah ini diambil setelah pemerintah menilai kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Brebes sendiri menyumbang sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional dan 60 persen produksi Jawa Tengah.

Pelepasan ekspor berlangsung pada Sabtu (12/9) dan menandai perluasan pasar bawang merah Indonesia ke kawasan regional. Selain Thailand, komoditas dari Brebes sebelumnya sudah menembus Vietnam, Malaysia, dan Singapura.

Menurut Zulkifli, pembukaan akses pasar luar negeri ini merupakan kelanjutan dari penguatan produksi dalam negeri yang dinilai sudah mencukupi. Pemerintah kini mendorong peningkatan produksi agar petani memperoleh pasar dan harga yang lebih baik.

"Kita bersyukur kebutuhan bawang merah dalam negeri sudah terpenuhi. Sekarang kita dorong agar produksi terus meningkat sehingga petani mendapatkan pasar yang lebih luas dan harga yang lebih baik, termasuk pasar ekspor," ujar Zulkifli Hasan.

Brebes Jadi Penopang Utama Produksi Nasional

Brebes berperan besar dalam pasokan bawang merah nasional. Luas tanam rutin di kabupaten ini mencapai 30.000-35.000 hektare dengan produksi sekitar 300.000-350.000 ton per tahun.

Dari angka tersebut, Brebes menyumbang sekitar 20 persen produksi bawang merah nasional. Kontribusinya terhadap produksi Jawa Tengah bahkan mencapai 60 persen, menjadikan kabupaten ini sentra utama yang menentukan dinamika pasokan regional.

Pemerintah Jaga Keseimbangan Harga dan Ketersediaan

Zulkifli menegaskan pemerintah akan terus menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan stabilitas harga di dalam negeri dengan perluasan pasar ekspor. Penguatan produksi diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

"Jangan sampai petani sudah produksi banyak, tetapi pasarnya tidak ada. Karena itu pemerintah hadir memastikan ada pasar, baik di dalam negeri maupun luar negeri," katanya.

Untuk memperkuat pasar domestik, Menko Pangan mendorong penyerapan bawang merah petani untuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Skema ini diharapkan menambah permintaan di dalam negeri sekaligus menyerap hasil panen petani.

Dorong Benih Lokal Kurangi Ketergantungan Impor

Ke depan, pemerintah akan memperkuat perbenihan dan produktivitas, termasuk mengurangi ketergantungan pada bibit impor. Langkah ini ditempuh untuk menghasilkan bawang merah dengan kualitas yang mampu bersaing di pasar ekspor.

Penguatan menyeluruh pada sisi produksi, pasar, dan tata kelola diharapkan membuat bawang merah Brebes tidak hanya menjadi kebanggaan daerah. Komoditas ini ditargetkan semakin kuat di pasar global seiring terbukanya permintaan dari negara tetangga.

Bagi petani, kepastian pasar menjadi faktor krusial karena harga bawang merah historisnya volatil dan kerap anjlok saat panen raya. Pembukaan pasar ekspor dinilai bisa menjadi bantalan ketika pasokan domestik melimpah.

Reporter: Saifuddin Wahid