Starlink Batasi Layanan Militer Ukraina, Elon Musk Buka Suara
LIPUTANHARIAN.CO.ID — SpaceX membatasi layanan internet Starshield untuk militer Ukraina, memutus konektivitas sejumlah sistem senjata yang bergerak di atas 160 km/jam. Pembatasan ini memicu protes dari Kyiv di tengah ketegangan dengan pemerintahan Donald Trump soal bantuan intelijen dan senjata. Elon Musk menyatakan kendali penuh Starshield ada di tangan militer Amerika Serikat dan Presiden AS.
Pembatasan mendadak pada Starshield, versi militer dari layanan satelit Starlink, mengganggu operasi pertahanan Ukraina. Otoritas Kyiv menyebut gangguan ini muncul saat hubungan dengan pemerintahan Donald Trump semakin memanas.
Keluhan utama datang dari pembatasan kecepatan yang diterapkan SpaceX. Setiap senjata atau kendaraan yang bergerak lebih dari 160 km/jam kehilangan koneksi ke jaringan Starlink secara otomatis.
Apa Itu Starshield dan Mengapa Dibedakan dari Starlink
Starshield merupakan versi militer Starlink yang dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah Amerika Serikat. Elon Musk menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kendali atas batasan layanan tersebut.
"Sistem Starshield dimiliki dan dikendalikan oleh pemerintah AS. Segala batasan kecepatan atau penggunaan diputuskan oleh militer AS dan pada akhirnya oleh POTUS (Presiden AS)," tulis Musk.
Musk menambahkan Starlink tidak dapat digunakan untuk tindakan militer ofensif. Menurutnya, perusahaan komersial tidak pantas terlibat dalam operasi semacam itu.
Dampak Pembatasan pada Operasi Militer Ukraina
Pembatasan kecepatan mulai berlaku Selasa malam waktu setempat. Konektivitas baru dipulihkan sebagian pada Rabu malam, menurut mantan Menteri Pertahanan Ukraina Mykhailo Fedorov.
"Menghapus batas kecepatan Starshield sepenuhnya kini sangat krusial bagi pertahanan Ukraina," tulis Fedorov di X, seraya berterima kasih kepada Musk dan meminta dukungan berkelanjutan.
Sumber militer Ukraina yang mengetahui langsung operasi terdampak menyebut komplikasinya sangat besar. Menurut sumber Kementerian Pertahanan Ukraina kepada CNN, pembatasan ini mempersulit logistik, sistem tak berawak, operasi pasukan, hingga serangan jarak menengah.
Gangguan paling terasa pada misi drone. Drone pencepat dan penyerang jarak menengah Ukraina sangat bergantung pada koneksi Starlink, begitu pula pengoperasian pesawat dan helikopter.
Serangan Rusia dan Melemahnya Peringatan Dini
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan pasukan Rusia berusaha memanfaatkan gangguan Starlink. Ia mencatat serangan 124 drone pada malam hari dan 145 drone lainnya pada siang hari.
"Jelas Rusia mencoba memanfaatkan masalah pada Starlink di Ukraina, karena drone pencegat kami sangat bergantung pada koneksi ini, di samping hal lainnya," unggah Zelensky di X.
Gangguan Starlink diperparah laporan Ukraina soal kekacauan pertukaran intelijen dari sekutu. Data intelijen AS dan mitra membantu Ukraina bertahan dari rudal balistik Rusia dengan menyediakan lokasi peluncur, arah, dan waktu serangan.
Zelensky menyebut pemerintahnya tidak menerima peringatan dini sebelum serangan rudal balistik mematikan menghantam pembangkit listrik utama di Kyiv dan merusak bangunan tempat tinggal.
Posisi Amerika Serikat dan Ketegangan Diplomatik
Pemerintahan Trump memperingatkan AS dapat menangguhkan pembagian data intelijen dan pembelian senjata AS oleh Eropa untuk Ukraina. Syaratnya, Kyiv harus menghentikan serangan terhadap fasilitas energi Rusia.
Trump membantah AS telah berhenti berbagi intelijen. "Kami membantu mereka dan kami berbagi intelijen. Kami ingin perang ini berakhir, jadi kami bekerja sama dengan mereka dan dengan Rusia untuk mewujudkan akhir dari perang ini," katanya.
Pada Sabtu, Musk mengkritik Zelensky di X. Ia menulis Zelensky bertindak terlalu jauh terkait serangan terhadap fasilitas bahan bakar Rusia.
Kementerian Pertahanan Ukraina terus menjalin kontak dengan Amerika Serikat, SpaceX, dan sekutu NATO. Mereka juga sedang menguji saluran komunikasi cadangan untuk mengantisipasi gangguan lanjutan.
Masalah terkait Starshield telah disampaikan ke parlemen AS, menurut seorang sumber. Hingga kini belum ada kepastian kapan batas kecepatan akan dihapus permanen.