Osteopontin, Protein ASI yang Disebut Efektif Cegah ISPA pada Anak
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Air susu ibu mengandung protein bioaktif bernama osteopontin yang kadarnya jauh lebih tinggi dibanding susu sapi maupun susu formula. Protein ini disebut berperan dalam pematangan sistem imun bayi dan berpotensi menekan risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Simak penjelasan lengkapnya, mulai dari kandungan hingga temuan penelitian terbaru.
ASI bukan sekadar sumber gizi. Di dalamnya terkandung beragam komponen bioaktif yang ikut membentuk daya tahan tubuh bayi, dan salah satunya adalah osteopontin. Protein multifungsi ini belakangan jadi bahan pembicaraan karena kaitannya dengan perlindungan dari infeksi saluran pernapasan.
Apa Itu Osteopontin?
Osteopontin (OPN) adalah protein yang punya banyak fungsi biologis, terutama dalam mengatur respons kekebalan tubuh. Protein ini sebenarnya ada di berbagai jaringan tubuh, tetapi kadarnya menonjol pada ASI.
Ketika merujuk pada bentuk yang terdapat dalam susu, protein ini juga dikenal sebagai lactopontin. Dalam ASI, osteopontin termasuk protein bioaktif yang tidak hanya memasok nutrisi, tapi juga berinteraksi dengan sel-sel tubuh bayi.
Sebuah tinjauan ilmiah menyebut osteopontin bisa berikatan dengan reseptor di permukaan sel, seperti integrin dan CD44. Ikatan itu berkaitan dengan sejumlah proses, termasuk regulasi sistem imun dan perkembangan jaringan.
Kadar Osteopontin dalam ASI Jauh Lebih Tinggi
Kadar osteopontin dalam ASI berubah seiring waktu setelah persalinan. Penelitian yang dipublikasikan di Journal of Nutrition menemukan konsentrasinya sekitar 138 mg/L.
Angka itu jauh di atas susu sapi yang sekitar 18 mg/L dan susu formula yang hanya sekitar 9 mg/L. Peneliti juga menemukan osteopontin punya sifat mirip sitokin dan bisa memengaruhi respons sel imun.
Studi multicenter terhadap 629 ibu dari China, Denmark, Jepang, dan Korea menunjukkan kadar osteopontin dalam ASI berbeda antarnegara dan berubah sepanjang masa laktasi. Faktor maternal seperti indeks massa tubuh, cara persalinan, kenaikan berat badan saat hamil, hingga asupan energi selama menyusui ikut mempengaruhinya.
Peran Osteopontin dalam Pematangan Sistem Imun Bayi
Setelah lahir, sistem imun bayi masih berkembang. Di sinilah komponen bioaktif ASI membantu proses pematangan tersebut.
Osteopontin diduga bekerja dengan memengaruhi aktivitas dan perkembangan sel-sel imun. Dasar dugaan ini datang dari uji acak terkendali pada bayi usia 1-6 bulan.
Peneliti membandingkan susu formula standar dengan formula yang ditambah osteopontin sekitar 65 mg/L dan 130 mg/L. Bayi yang menerima formula dengan 130 mg/L osteopontin punya proporsi sel T lebih tinggi dibanding kelompok formula standar. Kesimpulannya, osteopontin berpotensi memengaruhi perkembangan imun di awal kehidupan.
Kaitan Osteopontin dengan Risiko Infeksi
Temuan menarik datang dari pengamatan atas 85 ibu dan bayinya. Kadar osteopontin dalam ASI berkorelasi negatif dengan rawat inap bayi akibat demam pada usia 0-3 bulan.
Artinya, bayi yang mendapat ASI dengan kadar osteopontin lebih tinggi cenderung lebih jarang dirawat inap karena demam. Namun, penelitian ini bersifat observasional, jadi belum bisa membuktikan osteopontin sebagai penyebab langsung berkurangnya infeksi.
Karena itu, osteopontin lebih tepat dipandang sebagai salah satu komponen ASI yang berpotensi memperkuat pertahanan tubuh bayi, bukan satu-satunya zat pencegah penyakit.
Bukan Hanya Osteopontin yang Membuat ASI Protektif
Manfaat ASI tidak berdiri di atas satu protein saja. Ada banyak komponen bioaktif lain yang bekerja bersamaan mendukung imunitas bayi.
Osteopontin hanyalah salah satu bagian dari mozaik besar tersebut. Karena itu, pemberian ASI tetap yang utama, sementara pemahaman soal osteopontin membantu ibu melihat betapa kompleksnya komposisi ASI.
Jadi, Apakah Osteopontin Bisa Mencegah ISPA?
Bukti yang ada baru sebatas potensi, bukan kepastian. Penelitian pada 2026 yang mengamati hubungan osteopontin dengan infeksi saluran pernapasan masih memerlukan kajian lanjutan.
Yang jelas, osteopontin memperkuat dugaan bahwa ASI berperan besar dalam membangun daya tahan tubuh bayi. Untuk perlindungan optimal dari ISPA, ibu tetap perlu menjaga kebersihan, menjauhkan bayi dari paparan asap rokok, dan melengkapi imunisasi sesuai jadwal.
Kapan Perlu ke Dokter
Segera konsultasi ke dokter bila bayi menunjukkan napas cepat atau sulit, demam tinggi, lemas, tidak mau menyusu, atau batuk yang tak kunjung membaik. ISPA pada bayi bisa berkembang cepat dan butuh penanganan tepat.
Memahami osteopontin membantu ibu menghargai betapa kaya manfaat ASI bagi si kecil. Berikan ASI sesuai kemampuan, lengkapi dengan langkah pencegahan lain, dan jangan ragu meminta bantuan tenaga kesehatan bila ada tanda yang mengkhawatirkan.