Krishna Sakti Rilis Dua Single Baru, Angkat Perdamaian dan Isu Bullying
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Penyanyi cilik Krishna Sakti merilis dua single terbaru bertajuk "Semesta Tertawa" dan "Mengejar Terang" dalam konferensi pers di Liberta Hotel Kemang, Jakarta. Kedua lagu digarap komposer Arsha Composer, dengan "Semesta Tertawa" mengusung pesan perdamaian dan "Mengejar Terang" mengangkat isu bullying pada anak. Pelantun berusia 12 tahun itu berharap karya ini turut menghidupkan kembali lagu anak-anak di Indonesia.
Dua lagu tersebut adalah "Semesta Tertawa" dan "Mengejar Terang". Keduanya digarap oleh Arsha Composer, pencipta lagu anak yang sudah lebih dari satu dekade berkarier di industri musik Indonesia.
Pesan di Balik "Semesta Tertawa"
Pemilik nama asli Muhammad Arsha itu menjelaskan bahwa "Semesta Tertawa" berangkat dari ajakan berbuat kebaikan. Menurutnya, sikap saling menghargai menjadi kunci terciptanya kehidupan yang damai.
"Semesta Tertawa ini adalah sebuah lagu yang sebenarnya tentang ajakan berbuat kebaikan. Pada akhirnya saling menghargai ini sehingga tercipta perdamaian. Ketika perdamaian tercipta, insya Allah semesta tertawa, bahagia," jelas Arsha dalam konferensi pers.
Ia menambahkan, pesan lagu seharusnya tidak berhenti di lirik. Arsha ingin nilai-nilai dalam "Semesta Tertawa" benar-benar tercermin dari sikap Krishna sehari-hari, termasuk soal menyebarkan cinta dan menghargai orang lain.
"Jangan sampai ketika kita misalnya ada lagu sebarkan cinta, tapi dirinya sendiri tidak bisa menyebarkan cinta. Nah, jadi saya pilih lagu ini Semesta Tertawa. Dia juga bisa saling menghargai, rukun seperti itu," katanya.
"Mengejar Terang" dan Isu Bullying Anak
Single kedua, "Mengejar Terang", mengangkat tema yang lebih berat: bullying yang bisa dialami anak-anak. Arsha menilai persoalan itu tetap relevan dibahas lewat lagu anak.
"Secara lirik mungkin sebagian berpendapat liriknya agak dewasa. Tapi sebenarnya itu bisa dilihat oleh anak-anak. Kasus bullying itu bagaimana diremehkan, tidak dianggap, dibeda-bedakan oleh sekitarnya. Itu bisa terjadi," ujar Arsha.
Ia berharap dua lagu ini tidak hanya dikenal publik, tetapi juga melekat pada diri Krishna sendiri. "Harapannya kalau fokus untuk Krisna bahwa dua lagu ini bisa benar-benar pertama melekat ke publik, tapi melekat dirinya sendiri," tuturnya.
Misi Hidupkan Lagu Anak-Anak
Krishna menyampaikan alasan personal di balik perilisan karya ini. Menurutnya, lagu anak-anak di Indonesia kini semakin jarang beredar, sementara anak-anak justru banyak menyanyikan lagu dewasa.
"Harapanku, aku ingin menyebarluaskan lagu anak-anak ke anak-anak Indonesia karena sekarang tuh lagu anak-anak tuh dikit banget. Anak-anak sekarang itu kebanyakan nyanyi lagu dewasa dan lain-lain, itu tidak sesuai dengan umurnya," ujar Krishna.
Pelantun 12 tahun itu menegaskan ingin anak-anak mendengarkan lagu yang sesuai dengan usia mereka melalui karya-karyanya. "Aku ingin menyebarluaskan lagu anak-anak agar anak-anak tuh lagunya sesuai dengan umurnya," tambahnya.
Krishna juga mengaku bangga dengan pencapaiannya saat ini. Peraih penghargaan Anugerah Anak Indonesia Awards 2026 itu mengaku sudah bermimpi menjadi musisi sejak kecil.
"Perasaan aku sih pasti bangga ya sama diri aku sendiri karena aku memang dari kecil sudah bermimpi untuk menjadi besar," ujarnya.
Perilisan dua single ini menambah deretan karya Krishna Sakti di industri musik anak, sekaligus mempertegas posisi Arsha Composer sebagai pencipta lagu yang konsisten mengangkat tema sosial untuk pendengar usia dini.