Ibunda Chika Jessica Sakit Ginjal dan Jantung, Sang Anak Rutin Cek Napas saat Tidur

Presenter Chika Jessica mendampingi ibundanya yang sakit ginjal dan jantung serta bergantung pada tabung oksigen.
Penulis: Muzakir Salim
Kamis, 08 Oktober 2026 | 09:01:31 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Presenter Chika Jessica tengah menghadapi masa sulit karena sang ibunda terbaring sakit akibat komplikasi ginjal hingga pembengkakan jantung, sehingga harus bergantung pada tabung oksigen setiap hari. Kisahnya menyentuh banyak ibu muda yang juga merawat orangtua sakit, terutama soal kecemasan yang muncul saat memeriksa napas sang mama di tengah tidurnya.

Kondisi Terkini Sang Ibunda

Sang mama harus memakai oksigen terus-menerus karena gangguan pada ginjal dan jantungnya. Komplikasi ini membuat kondisi tubuhnya melemah dan membutuhkan perhatian ekstra setiap hari.

Chika mengaku cemas setiap kali melihat kondisi ibunya. Ia bahkan punya kebiasaan mengecek deru napas sang mama setiap kali ibunya tertidur.

Kebiasaan Cek Napas yang Dilakukan Chika

Presenter yang dikenal ceria ini mengaku selalu memastikan ibunya masih bernapas saat tidur. Kebiasaan itu muncul dari rasa khawatir yang sulit ia tahan.

"Duh, merinding lho ditanya gitu. Mas, jadi gini, Mamaku kan sekarang lagi pakai oksigen terus. Belakangan aku tuh selalu kalau Mama tidur, kalau khawatir tuh pasti. Cuman aku selalu cek, masih napas enggak, ya? Gitu," ungkap Chika Jessica saat ditemui di kawasan Warung Buncit, Jakarta Selatan, belum lama ini.

Kebiasaan mengecek napas seperti ini ternyata umum dilakukan keluarga yang merawat pasien dengan gangguan ginjal dan jantung. Pasalnya, kedua kondisi tersebut bisa memengaruhi pola napas, terutama saat tidur.

Trauma Masa Lalu yang Membekas

Rasa takut Chika bukan tanpa alasan. Ia pernah menyaksikan langsung sang ibunda terkena serangan stroke mendadak saat berada di dalam mobil.

"Aku ada trauma kalau misal aku di mobil sama Mama... kan posisinya sebelahan. Mama gini, terus tiba-tiba begini, aku tuh ada rasa, 'Hah, kenapa ya?' Karena pernah waktu stroke tuh gitu di mobil. Aku tuh kayak, 'Apa nih? Kenapa?' Ada trauma gitu. Saking traumanya, aku tuh takut," kenang Chika.

Pengalaman itu membuat Chika lebih waspada terhadap perubahan kecil pada tubuh ibunya. Trauma semacam ini wajar dialami keluarga yang pernah menghadapi situasi darurat medis.

Gangguan Ginjal dan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Ginjal dan jantung bekerja saling terkait. Ketika ginjal tidak mampu membuang cairan berlebih, beban jantung meningkat dan bisa memicu pembengkakan.

Kondisi ini membuat penderitanya rentan mengalami sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan di kaki atau pergelangan. Karena itu, pemantauan napas dan tanda vital lain menjadi penting.

Kapan Harus Segera ke Dokter

Segera bawa anggota keluarga ke fasilitas kesehatan jika muncul napas berat, bibir kebiruan, atau penurunan kesadaran. Jangan menunggu kondisi memburuk.

Untuk perawatan jangka panjang, diskusikan jadwal kontrol rutin dan pengaturan oksigen dengan dokter. Catat juga perubahan pola tidur atau napas yang tidak biasa.

Dukungan untuk Keluarga yang Merawat

Merawat orangtua dengan penyakit kronis bisa menguras tenaga dan emosi. Ibu muda yang menjalani peran ini sebaiknya tidak ragu meminta bantuan anggota keluarga lain.

Berbagi jadwal jaga, menyiapkan obat, dan menemani kontrol bisa meringankan beban. Dukungan kecil dari orang terdekat sangat berarti bagi pasien maupun yang merawat.

Kisah Chika Jessica mengingatkan bahwa merawat orangtua sakit butuh kesabaran dan kewaspadaan. Menjaga komunikasi dengan dokter serta saling menguatkan dalam keluarga adalah kunci agar proses perawatan berjalan lebih tenang.

Reporter: Muzakir Salim