Formasi Durupinar Turki Kembali Diteliti, Wisatawan Bisa Lihat dari Dek Observasi

Formasi Durupinar di Turki timur kembali diteliti pada 2026 menggunakan pemindaian bawah tanah.
Penulis: Ridwan Azhari
Senin, 05 Oktober 2026 | 10:42:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Formasi Durupinar, struktur sepanjang 157 meter yang menyerupai lambung kapal di wilayah timur Turki, kembali menjadi objek penelitian pada 2026. Kawasan di dekat Gunung Ararat ini dapat dikunjungi wisatawan dengan berkendara hingga area taman nasional, lalu melanjutkan perjalanan menuju dek observasi. Penelitian terbaru menggunakan pemindaian bawah tanah untuk mengungkap struktur di bawah permukaan tanpa menggali seluruh area.

Pada 2026, tim Noah's Ark Scans bersama sejumlah peneliti Turki kembali melakukan penelitian di lokasi tersebut. Mereka memakai Ground-Penetrating Radar (GPR) untuk memindai struktur di bawah permukaan tanah tanpa harus menggali seluruh area.

Selain pemindaian, tim juga melakukan pengeboran inti untuk mengambil sampel tanah dan batuan. Hingga kini, temuan tersebut belum membuktikan bahwa Formasi Durupinar merupakan Bahtera Nabi Nuh.

Daya Tarik Utama Formasi Durupinar

Daya tarik paling khas adalah bentuk formasi yang menyerupai lambung kapal raksasa di tengah bentang alam perbukitan. Struktur ini terlihat jelas dari dek observasi yang tersedia di kawasan tersebut.

Kemiripan dengan kapal dalam kisah Nabi Nuh membuat Durupinar menarik perhatian pencinta sejarah, wisata religi, hingga wisatawan yang penasaran dengan berbagai misteri dunia. Kawasan ini juga masih menjadi objek perdebatan di kalangan peneliti.

Aktivitas yang Bisa Dilakukan

  • Melihat langsung struktur menyerupai lambung kapal dari dek observasi
  • Mengamati bentang alam perbukitan kawasan timur Turki
  • Mendokumentasikan formasi untuk keperluan foto dan video
  • Mengikuti perkembangan penelitian terbaru soal asal-usul formasi

Cara Menuju Lokasi

Akses menuju Formasi Durupinar disebut relatif lebih mudah dibandingkan jalur pendakian menuju puncak Gunung Ararat. Pengunjung dapat berkendara hingga area taman nasional, kemudian melanjutkan perjalanan menuju dek observasi.

Dari dek tersebut, pengunjung bisa melihat langsung formasi yang menyerupai lambung kapal. Informasi terkini soal rute dan akses jalan dapat dikonfirmasi via dinas pariwisata setempat.

Tiket Masuk & Jam Operasional

Bahan yang tersedia tidak mencantumkan tarif masuk maupun jam operasional Formasi Durupinar. Wisatawan disarankan mengecek langsung ke pengelola kawasan atau dinas pariwisata setempat sebelum berangkat.

Tips Berkunjung

Karena lokasi berada di kawasan perbukitan timur Turki, siapkan pakaian yang sesuai dengan cuaca setempat. Bawa perlengkapan foto secukupnya dan patuhi aturan yang berlaku di area taman nasional.

Pahami bahwa klaim Formasi Durupinar sebagai Bahtera Nabi Nuh masih belum terkonfirmasi secara ilmiah. Datanglah dengan ekspektasi melihat situs penelitian sekaligus destinasi wisata sejarah, bukan bukti yang sudah final.

Durasi ideal untuk mengunjungi kawasan ini sekitar setengah hari, cukup untuk mencapai dek observasi, mengamati formasi, dan menikmati bentang alam sekitarnya.

Reporter: Ridwan Azhari