SG-image 35mm f/2.2, Lensa Full Frame Mini untuk Kamera Mirrorless

SG-image merilis lensa 35mm f/2.2 full frame dengan panjang 3,6 cm dan bobot 163 gram.
Penulis: Muzakir Salim
Minggu, 04 Oktober 2026 | 10:01:02 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — SG-image merilis lensa 35mm f/2.2 untuk kamera mirrorless full frame dengan panjang hanya 3,6 cm dan bobot 163 gram, lebih ringan dari banyak ponsel di pasaran. Lensa ini tersedia untuk mount Sony E, Nikon Z, dan L-mount, dengan varian tambahan untuk sistem micro four thirds. Ukurannya yang mungil menjadikannya pasangan masuk akal bagi kamera ringkas seperti Lumix S9, Sony A7C, atau Nikon Zf.

Lensa full frame kerap identik dengan bodi besar, berat, dan harga tinggi. SG-image 35mm f/2.2 mengambil arah sebaliknya: panjangnya cuma 3,6 cm dengan bobot 163 gram. Casing-nya tetap terbuat dari logam dan terasa kokoh saat dipegang.

Lensa ini dipasarkan untuk beberapa sistem kamera mirrorless sekaligus, yakni Sony E-mount, Nikon Z, dan L-mount. SG-image juga menyiapkan versi untuk sistem micro four thirds.

Desain Minimalis dengan Casing Logam

Secara desain, SG-image 35mm f/2.2 tampil simple-minimalis. Tidak ada cincin aperture di bodinya, hanya manual focus ring dan port USB untuk update firmware.

Filter thread-nya berukuran 52mm dan lensa ini sudah disertakan lens hood. Baik lensa maupun lens hood terbuat dari logam, memberi kesan premium dan tahan lama. Pemasangannya mudah: sejajarkan dengan tanda yang tersedia, tekan, lalu putar sampai terkunci.

Saat digunakan, memasang lens hood memang lebih aman. Tapi kalau ingin tampilan seminimalis mungkin, memasang filter saja sudah cukup melindungi bagian depan lensa. Jika ingin memakai filter dan lens hood bersamaan, filter yang dipakai harus ultra tipis. Filternya sendiri dijual terpisah.

Ada dua tutup lensa yang disertakan: satu dari plastik dengan sistem jepit seperti biasa, dan satu lagi yang bisa dipakai saat lens hood terpasang.

Bisa Dipakai di Kamera APS-C dan Micro Four Thirds

Lensa pancake ini mencakupi bidang sensor kamera full frame, tapi ukurannya setara lensa APS-C. Karena itu, lensa ini juga bisa dipasang di kamera bersensor APS-C seperti Sony A6000 atau ZV-E10.

Saat dipasang di kamera APS-C, jarak fokal lensa ini menjadi ekuivalen sekitar 52,5mm, lebih sempit atau tele dibanding saat dipasang di kamera full frame.

Jarak Fokal 35mm dan Bokeh yang Tetap Bundar

Jarak fokal 35mm di kamera full frame termasuk serbaguna. Cukup lebar untuk bercerita, dan kalau ingin menonjolkan subjek, pengguna bisa mendekat dan memakai bukaan f/2.2 agar latar belakang yang tidak fokus menjadi blur atau bokeh.

Sebagian besar fotografer, baik hobi maupun kerja, biasanya memilih 35mm kalau hanya boleh memakai satu jarak fokal lensa saja.

Soal kualitas gambar, saat memotret di bukaan f/2.2, ketajamannya bukan level lensa profesional. Tapi secara umum cukup tajam di bagian tengah dengan bokeh yang halus. Saat memakai bukaan kecil seperti f/4 sampai f/8 untuk foto pemandangan atau street photography, hasilnya sangat tajam dari tengah sampai ujung foto.

Bentuk bokehnya alami dan mulus. Kalau diperbesar, beberapa bola bokeh memang punya sedikit tekstur dan outline. Yang agak spesial ada di bagian tepi foto: bentuk bokehnya tetap relatif bundar, sedangkan lensa bukaan besar lain umumnya menghasilkan bokeh berbentuk persegi atau lemon.

Autofokus dan Keterbatasan untuk Video

Sistem autofokusnya berfungsi normal saat dipasang di kamera Lumix S9. Semua fungsi berjalan, termasuk deteksi wajah dan mata. Kinerjanya bukan yang tercepat, tapi untuk foto portrait atau subjek yang bergerak pelan tidak masalah.

Untuk kebutuhan syuting video, lensa ini juga bisa dipakai. Ada sedikit suara atau getaran di internal lensa, tapi sangat senyap dan tidak terlalu terdengar kecuali telinga ditempelkan ke lensa. Hanya saja, tracking subjek bergerak agak lambat dan terkadang hunting alias fokus bergerak maju-mundur.

Jarak fokus minimum lensa ini 35 cm, bukan yang terdekat untuk lensa 35mm. Karena itu, lensa ini tidak cocok untuk foto close-up atau makro. Dibanding lensa 35mm lain, jarak 35 cm termasuk di tengah-tengah: ada lensa 35mm dengan jarak fokus minimum lebih jauh seperti 40 cm bahkan 70 cm, ada juga yang mencapai 20-an cm.

Cocok untuk Setup Ringkas, Bukan untuk Pemburu Ketajaman Maksimal

Kalau punya kamera mirrorless full frame yang compact atau desainnya retro seperti Lumix S9, Sony A7C, atau Nikon Zf, lensa ini sepadan dengan desain kameranya. Lensa ini juga bisa dipakai di kamera mirrorless yang agak besar seperti Leica SL atau Sony A7 jika menginginkan setup yang ringkas.

Lensa ini tidak cocok bagi fotografer yang menginginkan lensa sempurna dari segi ketajaman, atau yang menginginkan bokeh sangat blur.

Merancang lensa se-compact ini pasti menuntut kompromi. SG-image mengambil kompromi yang terukur, dan hal-hal penting seperti kualitas gambar, bokeh, serta build quality tetap terjaga dengan baik dan menyenangkan untuk digunakan sehari-hari.

Reporter: Muzakir Salim