Bulog Pasok Beras Kita Premium untuk Program MBG, Bukan Beras PSO

Dirut Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyampaikan keterangan seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Rabu, 30 September 2026 | 08:22:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Perum Bulog memastikan pasokan beras untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggunakan produk komersial Beras Kita Premium, bukan beras dalam skema pelayanan publik. Keputusan ini mengikuti arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Bulog belum merinci volume maupun jadwal penyaluran beras tersebut ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan beras premium bisa dipakai untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis. Pernyataan itu disampaikan seusai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Selasa.

Beras yang dimaksud memakai identitas produk Beras Kita Premium. Rizal menegaskan produk ini merupakan beras komersial Bulog, bukan beras dalam skema pelayanan publik atau public service obligation (PSO).

"Beras premium itu bisa untuk dipakai untuk MBG juga," kata Rizal.

Arahan Mentan dan Menko Pangan

Penggunaan beras premium untuk MBG mengikuti arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Rizal menyebut kemasan produk tetap memakai identitas Beras Kita Premium.

"Kalau beras MBG sesuai arahan Pak Mentan maupun Pak Menko, tetap menggunakan beras premium. Packaging-nya seperti ini, jadi Beras Kita Premium," ujarnya.

Kebijakan ini menyangkut kebutuhan pasokan pangan dalam pelaksanaan MBG yang menjangkau peserta didik dan kelompok penerima manfaat lain. Ketersediaan beras menjadi salah satu komponen penting dalam penyediaan makanan bergizi yang aman dan berkualitas.

Meski begitu, Bulog belum merinci volume beras premium yang akan dialokasikan untuk MBG. Jadwal penyaluran dan mekanisme distribusi ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) juga belum diumumkan.

Beras Kita Premium vs Beras Kita Medium

Pemerintah pada awal September 2026 menyepakati penggunaan identitas Beras Kita untuk produk beras pemerintah. Ada dua varian: Beras Kita Medium dan Beras Kita Premium.

Beras Kita Medium menjadi identitas baru beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Sementara Beras Kita Premium merupakan produk premium komersial Bulog yang dipasarkan tanpa subsidi.

Kemasan kedua produk dijadwalkan diluncurkan pada 20 Oktober 2026. Bulog juga tidak memakai produk berlabel beras fortifikasi untuk pasokan MBG.

Beras Fortifikasi Bukan Pengganti Beras Premium

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman pada 15 September 2026 menegaskan beras fortifikasi secara umum bukan pengganti beras premium. Beras fortifikasi merupakan pangan khusus untuk kelompok rentan, antara lain balita, ibu hamil, ibu menyusui, serta masyarakat miskin.

Badan Pangan Nasional tengah memperketat pengawasan beras fortifikasi. Langkah itu diambil setelah menemukan produk dengan klaim kandungan gizi yang tidak sesuai hasil pemeriksaan laboratorium.

Sebanyak 25 merek dari 11 pelaku usaha mendapat peringatan dan terpantau menghentikan produksinya pada awal September.

Dengan penggunaan Beras Kita Premium untuk MBG, kepastian kualitas, keamanan pangan, serta mekanisme distribusi tetap menjadi aspek penting dalam pelaksanaan program tersebut.

Reporter: Mahsyar Hamdani