Yamaha Xmax 250 Jadi Batpod: Modifikasi Rp 200 Juta dari MWM Custom

Yamaha Xmax 250 milik MWM Custom Jakarta dimodifikasi menjadi motor bergaya Batpod dengan pengerjaan hampir seluruhnya handmade.
Penulis: Muzakir Salim
Senin, 28 September 2026 | 11:21:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Yamaha Xmax 250 milik MWM Custom Jakarta berubah total jadi motor tempur bergaya Batpod, dengan hampir 95 persen bagian dikerjakan tangan. Motor ini menelan biaya produksi sekitar Rp 200 juta dan waktu pengerjaan tiga bulan 14 hari, dan kini mendapat undangan tampil di Gitex Dubai Desember 2026.

MWM Custom Jakarta membawa satu unit Yamaha Xmax 250 yang dirombak habis menjadi motor bergaya superhero Batman di ajang CustoMAXi 2026 di Bandung, akhir pekan lalu. Dari bodi sampai kaki-kaki, nyaris tidak ada bagian yang tersisa dalam bentuk standar.

Wahab dari MWM Custom menjelaskan bahwa Xmax 250 hanya dipakai sebagai basis. Rangka, bodi, velg, hingga sistem suspensi dibuat ulang dari nol.

"Ini basic motor Xmax 250 dan semua handmade, dari rangka, bodi, velg sampai ke sistem suspensinya atau kaki-kakinya," ujar Wahab kepada wartawan di Bandung, Sabtu (26/9/2026).

Desain 3D dan Cetak 3D Sebelum Produksi

Sebelum masuk tahap produksi, MWM membuat desain tiga dimensi untuk menyimulasikan bentuk dan sistem motor. Metode 3D print diterapkan pada sejumlah bagian bodi, termasuk jok.

Pendekatan ini dipilih supaya pengerjaan lebih terukur. Desain bisa dilihat lebih dulu sebelum diwujudkan dalam bentuk fisik.

"Jadi dari mulai desain 3D, kita simulasikan dulu semua engineering-nya. Habis itu baru ke eksekusi atau ke produksi," sambung Wahab.

"Preview-nya itu sudah bisa kita lihat dari awal. Jadi nggak ngawang-ngawang. Kemungkinan meleset atau trial and error juga bisa kita minimalisir," tambahnya.

Single Arm di Depan dan Kemudi Model Tie Rod

Sektor engineering jadi bagian paling menarik dari motor ini. Bagian depan memakai single arm atau pro arm di sisi kanan, dengan sistem kemudi tie rod layaknya mobil dan suspensi depan monoshock.

Konfigurasi itu membuat karakter beloknya berbeda dari matic biasa. Wahab mengakui mekanismenya cukup rumit, tapi suspensinya tetap berfungsi.

"Beloknya unik dan meskipun mekanismenya lumayan ribet, motor ini secara suspensi fungsional," tutur Wahab.

Penyaluran tenaga juga tidak lagi standar. Tenaga dari CVT ditransfer pakai rantai ke sisi kanan, lalu masuk ke gearbox. Dari gearbox, tenaga diteruskan melalui kopel menuju gardan untuk memutar roda belakang.

Water Gel Blaster di Tombol Klakson

Di bagian depan terpasang water gel blaster (WGB) yang bisa dioperasikan lewat tombol klakson di sisi kiri. Detail ini memperkuat kesan motor tempur yang jadi tema utama build tersebut.

Urusan finishing juga sengaja dibuat berbeda. MWM tidak memberi cat pada rangka dan beberapa bagian motor. Besi dipanaskan langsung hingga menghasilkan warna hitam dan kebiruan.

"Memang kita sengaja pengin nunjukin kemampuan kita dalam welding atau pengelasan, dalam penyambungan besi," kata Wahab.

Ban Off-Road Ring 15 dan Dukungan Yonk Jaya Motor

Kaki-kaki memakai ban mobil off-road di depan dan belakang, dipasang pada velg ring 15 buatan MWM sendiri. Beberapa komponen mendapat dukungan Yonk Jaya Motor, seperti suspensi YSS, Tune Boss, cover CVT SR1, grip TDR, dan master rem RPD.

Kombinasi ban mobil dan velg custom itu jadi salah satu alasan motor ini tidak dirancang untuk pemakaian harian.

"Motor ini dibuat bukan untuk harian. Ini untuk kolektor, untuk hobi, dan untuk kontes saja," terang Wahab.

Undangan ke Gitex Dubai Desember 2026

Motor ini mendapat undangan resmi dari Gitex Dubai. MWM berencana membawanya ke Dubai pada Desember 2026, bersama satu motor lain yang masih dalam proyek pengerjaan.

"Alhamdulillah, kita dapat kehormatan untuk bisa event di sana. Mohon doanya, mudah-mudahan MWM bisa membawa nama Indonesia untuk dikenal di custom," kata Wahab.

Yang Perlu Diperhatikan

  • Biaya produksi sekitar Rp 200 juta belum termasuk harga unit Yamaha Xmax 250 sebagai basis
  • Ban mobil off-road dan velg ring 15 buatan sendiri membuat motor ini tidak layak dipakai harian
  • Sistem kemudi tie rod dan suspensi monoshock depan butuh perawatan khusus yang belum dijelaskan secara rinci
  • Motor ini berstatus kendaraan kontes dan koleksi, bukan unit yang bisa dipakai di jalan raya sehari-hari

Reporter: Muzakir Salim