Iberseries & Platino Industria 2025 Pitching 17 Karya Sastra untuk Adaptasi Layar
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Iberseries & Platino Industria bersama Federasi Guild Penerbit Spanyol (FGEE) menggelar inisiatif Literary Works Pitch for Audiovisual Adaptation di Madrid pada edisi keenam ajang tersebut. Sebanyak 17 karya sastra dari Spanyol, Meksiko, Jerman, dan Argentina dipilih untuk dipresentasikan kepada rumah produksi, streamer, studio, dan jaringan TV. Program ini menyambung jejak sukses penulis YA Mercedes Ron lewat trilogi Fault dan Drawn Together di Prime Video.
Inisiatif ini dikembangkan bersama Federasi Guild Penerbit Spanyol (FGEE). Tujuannya satu: mempercepat perburuan intellectual property (IP) segar untuk diadaptasi jadi film atau serial. Setelah proses seleksi, penyelenggara memilih 14 karya dari Spanyol dan Meksiko, plus masing-masing satu dari Jerman dan Argentina.
Genre yang ditawarkan beragam, dari thriller, fantasi, roman, sampai novel grafis. Latar waktunya pun melompat-lompat: dari koloni penjara di Brasil hingga era diktator Franco di Spanyol.
Jejak Sukses Mercedes Ron Jadi Pijakan
Nama Mercedes Ron sering disebut sebagai bukti potensi pasar ini. Penulis YA bestseller tersebut sukses lewat kerja sama Prime Video dan rumah produksi Pokeepsie Films milik Banijay, dengan trilogi Fault dan proyek terbaru Drawn Together.
Kesuksesan itu yang coba direplikasi lewat program pitching tahun ini. Penerbit dan agensi sastra tak lagi hanya menjual buku, tapi juga menawarkan paket cerita siap dikembangkan ke format audiovisual.
Daftar Karya yang Dipitching di Madrid
Berikut karya-karya yang masuk dalam sesi pitching Literary Works Pitch for Audiovisual Adaptation:
- Alguien como tú karya Xavier Bosch (Agencia Literaria Antonia Kerrigan, Spanyol) — novel tentang perselingkuhan lintas batas antara perempuan Barcelona dan pemilik galeri seni Paris, yang kemudian coba diurai oleh anak sang perempuan.
- Alka I. La mujer del infinito karya Yaiza Nicolás (Spanyol) — petualangan bergaya thriller yang melintasi tiga generasi perempuan dan waktu, berpusat pada zat yang memperpanjang masa muda.
- Así en la tierra como debajo de la tierra karya Ana Paula Maia (Scenic Rights, Spanyol) — koloni penjara terpencil di Brasil yang memasuki hari-hari terakhir, dengan skenario horor: setiap bulan purnama sejumlah narapidana dilepas untuk diburu.
- Cuando te atrevas a sentir karya Tamara Molina (Agencia Literaria Antonia Kerrigan, Spanyol) — kisah Naila yang merasa gagal dan Bruno yang sukses tapi tak bahagia, dua orang berbeda yang mungkin menemukan kenyamanan satu sama lain.
- Cuando vi a la muerte prestar su sombrero karya Rodrigo Unda (Penguin Random House Grupo Editorial, Meksiko) — novel fantasi tentang para Takdir yang bertugas mengantar jiwa manusia ke alam baka, sampai salah satunya terluka dan mulai merasakan emosi manusia.
- El sueño de las Mariposas karya Cristina Atienza (Spanyol) — misteri, sejarah, dan memori bertemu di tepi laut dalam novel tentang persaudaraan perempuan, minat pada astrofisika, dan pembangkangan yang berujung kurungan.
- Las esposas del régimen karya Miguel Ángel San Juan (Alt Autores, Spanyol) — misteri modern bersinggungan dengan kisah historis perempuan yang melawan diktator patriarki Jenderal Franco.
- Masacre en el comedor karya Ceferino Reato (Penguin Random House Grupo Editorial, Meksiko) — investigasi jurnalis dan ilmuwan politik soal serangan gerilya paling mematikan di Argentina era 1970-an, sebuah pemboman kelompok Montoneros di gedung polisi federal saat diktator militer berkuasa.
- Mentira karya Care Santos (Scenic Rights, Spanyol) — Xenia dikenal berprestasi dan bercita-cita kuliah kedokteran, tapi nilainya jatuh saat jatuh cinta lewat dunia maya. Sosok misterius itu jadi pertanyaan.
- Mi vida con él karya Hilda Gadea (Silvina Estévez, Argentina) — memoar ekonom, intelektual, dan aktivis yang merupakan istri pertama Ernesto "Che" Guevara. Film berdasarkan buku ini sudah dalam pengerjaan.
- Nocturnos karya Laura Pérez (Alt Autores, Spanyol) — novel grafis dengan rangkaian vignette surealis tentang dunia malam. Pérez pernah dinominasikan Emmy untuk desain judul pembuka serial Only Murders in the Building.
- Too Match karya Inma Benedito (Agencia Literaria Dos Passos, Spanyol) — cerita kontemporer yang digambarkan sebagai Sex and the City versi queer Madrid dengan glamor yang lebih minim, berisi catatan kencan gagal.
- Una belleza terrible karya José Ovejero (Galaxia Gutenberg, Spanyol) — novel biografis tentang Raymond Molinier (1904–1994), orang kepercayaan Leon Trotsky yang hidup untuk idealisme revolusioner dan perjuangan buruh.
- Una casa llena de gente karya Mariana Sández (MertinWitt Literary Agency, Jerman) — novel debut soal duka dan trauma keluarga, gesekan antargenerasi, serta memori, disusun dari teka-teki naratif berbasis buku harian dan kesaksian.
- Una Madre karya Alejandro Palomas (Scenic Rights, Spanyol) — salah satu karya yang masuk daftar pitching tahun ini.
Mengapa Program Ini Penting untuk Industri
Pasar adaptasi sastra berbahasa Spanyol terus tumbuh, terutama setelah platform streaming global agresif mencari cerita dari luar Amerika Serikat. Program pitching seperti ini memangkas jarak antara penulis dan pengambil keputusan di industri film.
Bagi streamer dan studio, karya sastra menawarkan basis penggemar yang sudah terbentuk plus materi cerita yang sudah teruji. Bagi penerbit dan agensi, ini jalur pendapatan baru sekaligus cara memperpanjang usia komersial sebuah buku.
Iberseries & Platino Industria sendiri dikenal sebagai ajang tahunan yang mempertemukan pelaku industri audiovisual Spanyol dan Amerika Latin. Edisi tahun ini menjadi panggung keenam bagi program pitching sastra tersebut.
Kehadiran judul seperti Mi vida con él dan Nocturnos menunjukkan bahwa materi yang ditawarkan tak melulu fiksi populer. Memoar politik, novel grafis, sampai biografi tokoh revolusioner ikut masuk radar adaptasi.