5 Ciri Anak Bakal Sukses Menurut Riset 70 Orang Tua Pengusaha
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kesuksesan anak tidak ditentukan mahalnya biaya sekolah, melainkan karakter dan pola asuh di rumah. Temuan itu muncul dari wawancara terhadap 70 orang tua dari anak-anak yang tumbuh menjadi pengusaha dan pemimpin. Penulis Margot Machol Bisnow menuangkannya dalam buku Raising an Entrepreneur.
Banyak orang tua menggelontorkan dana besar demi menyekolahkan anak di institusi paling mahal dan bergengsi. Harapannya satu: sang buah hati tumbuh cerdas dan sukses. Namun, belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan korelasi langsung antara sekolah mahal dan kesuksesan anak di kemudian hari.
Machol Bisnow mewawancarai 70 orang tua dari anak-anak yang sukses menjadi pengusaha dan pemimpin. Kesimpulannya, karakter dan pola asuh di rumah lebih menentukan daripada mahalnya biaya sekolah. Berikut lima ciri yang menandakannya.
1. Gigih Menghadapi Tantangan
Anak yang gigih tidak mudah menyerah saat menghadapi tembok besar tantangan. Mereka terus berjuang sampai menemukan solusi atau memetik pelajaran dari kegagalan.
Contohnya Jonathan Neman, pendiri jaringan restoran sehat Sweetgreen yang kini punya lebih dari 900 cabang. Ia mengaku sering gagal saat merintis bisnis di masa remaja, tetapi tidak pernah berhenti mencoba.
"Kami terus berusaha. Saat gagal, kami mencoba lagi. Saya tidak lebih pintar dari orang lain, tapi saya gigih," ungkap Neman.
2. Rasa Penasaran yang Tinggi
Anak yang sukses biasanya punya dorongan kuat mengeksplorasi dunia di sekitarnya. Orang tua yang membiarkan anak belajar dari pengalaman langsung, bukan sekadar melarang, tengah membentuk mental seorang inovator.
Sifat itu terbukti pada Tania Yuki, pendiri sekaligus CEO Shareablee. Sejak kecil, sang ayah selalu mendukung rasa penasarannya menyentuh dan mencoba hal baru. Kebiasaan itu kelak membentuk karakter mandiri dalam merintis jalan hidupnya sendiri.
3. Minat dan Hasrat yang Kuat
Orang tua perlu belajar mempercayai pilihan anak ketika mereka menunjukkan ketertarikan mendalam pada suatu hal. Dukungan konsisten terbukti membangun rasa percaya diri anak.
Robert Stephens gemar membongkar dan memperbaiki berbagai barang sejak kecil. Berkat dukungan penuh orang tuanya, ia sukses mendirikan perusahaan reparasi bernilai jutaan dolar di usia 24 tahun.
4. Berani Mengambil Langkah Pertama
Sukses tidak datang pada mereka yang hanya berdiam diri. Karakter berani memulai adalah kunci mengubah ide menjadi kenyataan bisnis yang masif.
Paige Mycoskie, pendiri merek fesyen Aviator Nation, nekat memakai modal awal dari hadiah ulang tahun untuk membeli mesin jahit dan keluar dari pekerjaannya. Keberanian mengambil risiko itu berbuah manis ketika perusahaannya meraup penjualan hingga ratusan juta dolar.
5. Tidak Takut Gagal
Rasa takut akan kegagalan sering membelenggu potensi seseorang. Ibu dari Dhani Jones, pendiri Qey Capital, mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan anaknya adalah keberanian mengambil risiko besar tanpa dihantui rasa takut kehilangan pencapaian masa lalu.
"Tetapi jika orang tua mereka menanamkan kepercayaan diri yang cukup pada mereka, mereka dapat menjalani hidup tanpa rasa takut," ujarnya.
Apa Artinya bagi Orang Tua
Lima ciri itu bukan bakat bawaan yang mahal harganya. Semuanya bisa dipupuk lewat kebiasaan sehari-hari di rumah, mulai dari membiarkan anak gagal dan mencoba lagi sampai mendukung minat yang mereka pilih sendiri.
Bagi orang tua yang sedang menyusun anggaran pendidikan, temuan ini menawarkan sudut pandang berbeda. Investasi pada pola asuh dan ruang bereksperimen bagi anak bisa jadi sama pentingnya dengan investasi pada institusi bergengsi.