InfraNexia dan Lintasarta Perkuat Jaringan Konektivitas Digital di Sumatra

Ruas jaringan serat optik baru menghubungkan Medan, Batam, dan Padang untuk memperkuat infrastruktur digital Sumatra.
Penulis: Mahsyar Hamdani
Rabu, 02 September 2026 | 12:18:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Dua anak usaha PT Telkom Indonesia ini bersinergi untuk membangun fondasi digital yang lebih kokoh di kawasan Sumatra bagian utara dan tengah. Dengan teknologi DWDM, satu kabel serat optik dapat membawa banyak kanal data berkecepatan tinggi secara bersamaan, menjadikannya tulang punggung ideal bagi jaringan yang melayani pelanggan bisnis dan pusat data.

Kolaborasi ini merupakan wujud nyata dari strategi InfraNexia yang ingin membuka akses infrastruktur secara luas. Direktur Utama InfraNexia, Lukman Hakim Abd. Rauf, menjelaskan bahwa pertumbuhan ekonomi digital menuntut jaringan yang fleksibel dan mudah diskalakan.

"Pertumbuhan ekonomi digital membutuhkan jaringan yang tidak hanya mampu menyediakan kapasitas besar, tetapi juga dapat berkembang mengikuti kebutuhan pelanggan," ujar Lukman dalam keterangan resminya, Rabu (27/8/2026). Mengapa Koridor Ini Krusial?

Rute Medan–Batam dan Padang–Batam bukan sekadar jalur penghubung antarwilayah. Batam berfungsi sebagai gerbang ekonomi digital yang dekat dengan Singapura, sementara Medan dan Padang adalah pusat aktivitas industri dan komersial di Sumatra. Layanan cloud dan data center yang sedang bertumbuh di wilayah ini membutuhkan koneksi dengan latensi rendah dan kapasitas besar agar bisa melayani kebutuhan bisnis modern.

Kerja sama ini juga menegaskan peran InfraNexia sebagai pemain infrastruktur yang menganut prinsip open access dan neutral infrastructure. Artinya, berbagai operator dan penyedia layanan dapat memanfaatkan jaringan yang dibangun tanpa harus terikat pada satu ekosistem layanan tertentu, sehingga biaya operasional bisa lebih efisien. Tanggung Jawab Lintasarta dalam Ekosistem Digital

Di sisi lain, Lintasarta yang fokus pada layanan data dan solusi digital untuk segmen korporasi melihat kolaborasi ini sebagai penguat kapabilitas inti mereka. Permintaan akan produk seperti layanan cloud, managed services, dan konektivitas antar kantor cabang diprediksi terus meroket seiring percepatan transformasi digital perusahaan di Indonesia.

Direktur Utama Lintasarta, Armand Hermawan, menyampaikan bahwa kekuatan jaringan adalah fondasi untuk menghadirkan layanan digital terbaik.

"Kebutuhan terhadap layanan digital, cloud, data center, dan berbagai workload berbasis teknologi terus meningkat. Kolaborasi bersama InfraNexia melalui pemanfaatan layanan DWDM ini menjadi bagian dari upaya kami dalam memperkuat kapabilitas jaringan agar dapat terus mendukung kebutuhan transformasi digital pelanggan secara optimal," kata Armand.

Langkah ini sejalan dengan tren industri di mana perusahaan telekomunikasi tidak lagi hanya berjualan menit bicara atau paket data, melainkan bertransformasi menjadi penyedia solusi infrastruktur digital yang terintegrasi. Kehadiran jaringan DWDM yang menghubungkan kota-kota utama di Sumatra diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi digital yang lebih merata, dari ujung barat Indonesia hingga ke titik perdagangan internasional di Batam.

Reporter: Mahsyar Hamdani