Robotaxi dan Truk Otonom Tumbuh, Pangsa Pasar Global Masih di Bawah 0,5%

Robotaxi dan truk otonom mencatat pertumbuhan, namun pangsa pasar globalnya masih di bawah 0,5 persen.
Penulis: Muzakir Salim
Rabu, 02 September 2026 | 07:09:01 WIB

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Namun, angka itu masih sangat kecil dibanding pasar transportasi tradisional. Uber saja menangani hampir 300 juta perjalanan per minggu, sehingga kontribusi kendaraan otonom kurang dari 0,5%.

Level 4 Dominasi Pertumbuhan, Kendaraan Pribadi Masih Minim

Pasar kendaraan otonom saat ini tumbuh di segmen komersial Level 4, meliputi robotaxi dan truk otonom. Sementara itu, kendaraan pribadi dengan sistem Level 3 masih menyumbang persentase yang sangat kecil.

Artinya, teknologi otonom paling cepat diterapkan pada layanan yang bisa menekan biaya operasional, bukan pada mobil pribadi yang penggunanya mengutamakan kontrol.

Cara Berbeda AS dan Tiongkok Mendulang Skala

AS mengandalkan Waymo sebagai operator komersial terbesar. Tiongkok menurunkan banyak pemain sekaligus: Apollo Go, Pony.ai, dan WeRide dengan ukuran armada serta pendapatan signifikan.

Perusahaan Tiongkok juga berhasil memangkas biaya perangkat keras kendaraan otonom sebesar 50-70%. Ini menjadi salah satu pendorong percepatan komersialisasi di sana.

Ekonomi Armada: Pony.ai Capai Titik Impas

Pony.ai melaporkan bahwa beberapa robotaxi generasi ketujuh telah mencapai titik impas di Guangzhou dan Shenzhen. Artinya, pendapatan dari tarif sudah menutupi biaya operasional armada.

Ini menunjukkan bahwa kelayakan bisnis kendaraan otonom tidak hanya ditentukan oleh kemampuan mengemudi, tetapi juga seberapa efektif armada dikelola.

Truk Otonom Juga Bergerak, Kontribusi Masih Kecil

Aurora, pemain truk otonom, telah menyelesaikan ratusan ribu mil transportasi tanpa awak. Namun, pendapatan dan jumlah kendaraan yang dioperasikan masih kecil jika dibandingkan industri transportasi keseluruhan.

Jadi, pertumbuhan sektor ini nyata, tapi basisnya masih sangat awal. Perjalanan ke arah penggantian kendaraan konvensional masih panjang.

Reporter: Muzakir Salim