Cegah Stunting Sejak Hamil: 179 Kasus di Padang dan Cara Puskesmas Menanganinya
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Angka stunting di satu kecamatan di Padang ini masih cukup tinggi. Namun yang menarik, penanganannya tidak hanya menyasar balita yang sudah terlanjur mengalami masalah pertumbuhan. Pemerintah Kota Padang melalui Puskesmas Anak Air justru memperkuat intervensi dari hulu, yaitu sejak ibu masih hamil.
Pendekatan ini penting dipahami orang tua, karena mencegah stunting jauh lebih efektif daripada mengobati. Berikut rangkuman lengkapnya untuk Bunda.
179 Kasus Stunting dan Rujukan Medis di Koto Tangah
Data hingga Juli 2026 mencatat 179 kasus stunting di wilayah kerja Puskesmas Anak Air. Dari jumlah ini, 37 anak dengan kondisi kompleks telah dirujuk ke RSUD dan klinik spesialis anak untuk penanganan lanjutan.
Sementara itu, balita lainnya mendapatkan asuhan gizi intensif. Intervensi yang diberikan berupa Makanan Pendamping ASI (MPASI) dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi masing-masing anak.
Hulu Pencegahan: Bina Ibu Hamil dengan Program Balek Lancah
Kepala Puskesmas Anak Air, Marta Nofa, menegaskan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sebelum bayi lahir. Puskesmas gencar melakukan pendampingan untuk ibu hamil dengan Kurang Energi Kronis (KEK) dan anemia melalui inovasi bernama Balek Lancah. Singkatnya, ini adalah program Bina Ibu Hamil Kurang Energi Kronis untuk Cegah Anak Kurus.
"Kami berusaha untuk mengintervensi dari hulunya, yaitu dari ibu hamil. Melalui inovasi Balek Lancah yang terus kami kembangkan, kami melibatkan seluruh keluarga dan masyarakat, termasuk suami, guna memastikan kesehatan ibu dan janin terkontrol dengan baik hingga proses persalinan," ujar Marta, Senin (31/8/2026).
Tantangan di Wilayah Perlintasan: Mobilitas Tinggi dan Ibu Muda
Koto Tangah punya karakteristik unik yang menjadi tantangan sendiri. Mobilitas penduduknya tinggi, banyak warga pendatang, dan tidak sedikit ibu hamil usia muda. Kondisi ini meningkatkan kerentanan risiko stunting.
Meski begitu, pengawasan tenaga kesehatan yang diperkuat koordinasi lintas sektor dan peran aktif kader Posyandu mendorong perubahan perilaku. Salah satu pencapaian nyata: budaya persalinan di rumah kini sudah beralih sepenuhnya ke fasilitas kesehatan yang aman.
Peran Kader Posyandu dan PMT Lokal untuk Balita
Di tingkat masyarakat, kader Posyandu menjadi ujung tombak. Mereka bertugas menemukan lebih dini anak kurus atau balita berisiko stunting sebelum kondisinya memburuk. Setelah teridentifikasi, tenaga gizi puskesmas melakukan asesmen dan menentukan intervensi yang tepat.
PMT lokal yang digunakan bersumber dari Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Kementerian Kesehatan. Makanan ini dikelola tenaga gizi bersama mitra lokal, memperhatikan kebutuhan nutrisi sasaran. Menariknya, makanan diantar langsung ke rumah penerima oleh kader setiap hari selama program berlangsung.
Pola Asuh dan Kebiasaan Makan Anak yang Perlu Diperhatikan
Puskesmas Anak Air menyoroti satu tantangan besar lainnya: pola asuh dan kebiasaan makan anak. Di wilayah dengan banyak orang tua bekerja, sebagian anak diasuh oleh anggota keluarga atau pengasuh. Akibatnya, anak kerap menerima makanan selingan kurang bergizi yang memengaruhi nafsu makan dan pemenuhan nutrisi harian.
Karena itu, intervensi tidak cukup hanya lewat pemberian makanan tambahan. Keterlibatan keluarga dalam memastikan pola makan dan pengasuhan yang baik menjadi kunci utama.
Dukungan Fasilitas dan Kesaksian Warga
Pelayanan yang baik dirasakan langsung Afreni Erita, warga dengan balita stunting. Ia mengapresiasi pendampingan Puskesmas Anak Air sejak proses rujukan hingga pemulihan.
"Kami mendapatkan pelayanan yang sangat baik dari Puskesmas Anak Air. Anak kami dibantu dan dirujuk ke klinik spesialis anak. Petugas medis menjemput, mendampingi proses pengobatan sampai selesai, hingga diantar kembali ke rumah. Selama masa pemulihan, perhatian dan pemantauan dari puskesmas terus berjalan," tuturnya.
Dari sisi layanan, Puskesmas Anak Air kini didukung laboratorium terpadu, ultrasonografi (USG), serta tenaga dokter dan bidan terlatih. Fasilitas ini memperkuat deteksi dan penanganan dini masalah kesehatan ibu dan anak.
Kapan Harus ke Dokter?
Orang tua perlu waspada jika anak mengalami kenaikan berat badan yang stagnan, tinggi badan jauh di bawah teman seusianya, atau sering sakit. Jangan menunggu sampai kondisi parah. Manfaatkan Posyandu secara rutin untuk memantau tumbuh kembang, dan segera konsultasikan ke puskesmas atau dokter spesialis anak jika ada kekhawatiran.
Pencegahan stunting adalah kerja panjang yang dimulai dari memastikan ibu sehat selama kehamilan, pemantauan tumbuh kembang, pemenuhan gizi, hingga pola asuh yang tepat sejak awal kehidupan. Pemko Padang terus mendorong keluarga memanfaatkan layanan Posyandu dan fasilitas kesehatan secara rutin. Bunda bisa mulai dari langkah kecil di rumah: pastikan asupan gizi seimbang untuk diri sendiri dan si kecil, serta jadikan Posyandu sebagai agenda rutin bulanan keluarga.