109 Kebakaran Terjadi di Pamekasan Sepanjang Januari-Agustus 2026, Pemkab Perkuat Mitigasi Pencegahan
Sepanjang Januari hingga Agustus 2026, tercatat 109 kejadian kebakaran melanda wilayah Pamekasan, Jawa Timur. Menyikapi tingginya angka tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan memperkuat upaya mitigasi untuk menekan potensi bencana yang kerap dipicu oleh aktivitas warga saat musim kemarau.
PAMEKASAN — Wakil Bupati Pamekasan, Sukriyanto, menyatakan penguatan mitigasi ini menjadi prioritas lantaran musim kemarau membuat wilayahnya rawan terbakar. Hasil evaluasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim pemadam kebakaran mengungkap akar permasalahan utama: rendahnya kesadaran warga dalam mencegah kebakaran.
"Berdasarkan hasil evaluasi BPBD dan tim pemadam kebakaran, kebakaran yang terjadi selama ini, akibat kurangnya kesadaran warga mencegah terjadinya kebakaran," kata Sukriyanto di Pamekasan, Selasa.
109 Kejadian Kebakaran Hingga Agustus 2026
Data dari Kasi Operasi Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran Pemkab Pamekasan, Zainuddin, menunjukkan lonjakan signifikan dalam dua bulan terakhir. Dari total 109 kejadian sejak awal tahun, 44 di antaranya tercatat terjadi hanya sepanjang Agustus 2026.
Tingginya frekuensi ini mendorong pemerintah daerah untuk bergerak cepat. Salah satu langkah konkret yang disiapkan adalah menggencarkan sosialisasi langsung ke tengah masyarakat.
Kasus Terbaru: Kebakaran Hutan Bambu di Gladak Anyar
Situasi genting tersebut baru saja terlihat pada Selasa siang, saat kebakaran melanda hutan bambu di Kelurahan Gladak Anyar. Lokasinya yang dekat dengan perkampungan padat penduduk membuat peristiwa itu nyaris berujung petaka.
Diduga, kobaran api bermula dari ulah warga yang membakar sampah sembarangan di dekat hutan bambu. Tiupan angin kencang kemudian dengan cepat menjalar ke pohon-pohon bambu dan mengancam rumah-rumah warga sekitar.
"Untung petugas pemadam kebakaran sigap, sehingga api bisa segera dikendalikan. Jika petugas lambat, kemungkinan kobaran api semakin meluas," ujar Sukriyanto.
Sinergi TNI-Polri dalam Sosialisasi Pencegahan
Menghadapi kondisi ini, Pemkab Pamekasan tidak bergerak sendiri. Kerja sama dijalin dengan Kodim 0826 Pamekasan dan Polres Pamekasan untuk menyampaikan sosialisasi secara langsung kepada masyarakat.
Langkah ini diambil agar pesan pencegahan kebakaran dapat menjangkau warga secara lebih efektif. Pemkab berharap dengan edukasi yang masif, kesadaran masyarakat untuk tidak membakar sampah sembarangan, terutama di dekat area rawan seperti hutan, dapat meningkat dan angka kebakaran bisa ditekan.