14 Guru SMK Jawa Timur Lolos Magang ke Jerman, Dapat Pendidikan di TU Dresden dan Festo Didactic
Sebanyak 14 guru SMK di Jawa Timur terpilih mengikuti Program Magang Luar Negeri 2026 di Jerman, menguasai seperempat dari total 50 kuota nasional yang disediakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan capaian ini menjadi bukti daya saing guru vokasi di provinsi tersebut di tingkat nasional.
SURABAYA — Dari 50 guru SMK yang lolos seleksi Program Magang Luar Negeri 2026 ke Jerman, 14 di antaranya berasal dari Jawa Timur. Angka itu menjadikan provinsi ini sebagai kontributor terbesar peserta program yang digelar Kemendikdasmen bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
Aries Agung Paewai menyebut jumlah tersebut bukan capaian kecil. Para guru yang terpilih tersebar dari berbagai SMK negeri dan swasta di sejumlah kabupaten/kota, mulai Gresik, Tuban, Sidoarjo, Sampang, Pamekasan, Malang, Bangil, hingga Magetan.
Program Tiga Bulan di Dua Institusi Jerman
Selama magang, para guru akan menjalani pendidikan di Festo Didactic dan Technische Universität Dresden (TU Dresden) selama tiga bulan. Kedua institusi tersebut dikenal sebagai pusat pelatihan teknik dan vokasi berstandar industri Jerman.
Daftar guru yang lolos berasal dari SMKS Semen Gresik, SMKN 3 Tuban, SMKN 3 Buduran, SMKN 2 Sampang, SMKN 2 Pamekasan, SMKN 10 Malang, SMKN 1 Gedangan, SMKN 1 Udanawu, SMKS Krian 2 Sidoarjo, SMKN 1 Bangil, SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi, SMKN 2 Singosari, SMKN 1 Singosari, dan SMKN 1 Bendo Magetan.
Pesan Kadisdik: Bawa Pulang Standar Dunia, Bukan Sekadar Sertifikat
Aries mengingatkan para guru agar tidak memaknai kesempatan ini sekadar sebagai pencapaian pribadi. Ia meminta mereka membawa pulang pengetahuan dan pengalaman yang bisa memperkuat pendidikan vokasi di Jawa Timur.
"Saya berpesan kepada 14 guru ini, jangan hanya membawa pulang sertifikat internasional. Bawa pulang standar dunia untuk Jawa Timur. Bawa pulang ilmu, teknologi, budaya kerja, disiplin, produktivitas, inovasi, dan cara berpikir baru," ujarnya di Surabaya, Selasa.
Menurut Aries, dunia industri berubah sangat cepat dan teknologi terus berkembang. Guru SMK, kata dia, harus berada selangkah lebih depan agar lulusan relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
Target Imbas ke Puluhan Guru dan Ratusan Murid
Harapan besar digantungkan pada 14 peserta agar pengalaman di Jerman tidak berhenti pada mereka. Dinas Pendidikan Jatim mendorong setiap peserta magang untuk mengimbaskan pengetahuan kepada guru SMK lain di lingkungannya.
"Jangan sampai pengalaman di Jerman berhenti pada 14 orang. Satu guru harus mampu menginspirasi puluhan guru lain dan berdampak kepada ratusan bahkan ribuan murid," kata Aries.
Pengalaman internasional tersebut dinilai strategis untuk memperkuat keterkaitan dan kesepadanan (link and match) antara pembelajaran SMK dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja. Aries juga menekankan bahwa guru harus menjadi pembelajar sepanjang hayat, mengikuti laju perubahan sektor industri yang cepat.