Menkes Luncurkan Akun Riwayat Kesehatan Mirip M-Banking, Pakai PIN untuk Jaga Privasi
LIPUTANHARIAN.CO.ID — Integrasi data kesehatan nasional yang sedang dibangun Kementerian Kesehatan akan mengubah cara pasien mengakses riwayat medisnya. Lewat satu akun tunggal, warga bisa memeriksa kondisi kesehatannya kapan saja—persis seperti mengecek saldo rekening melalui aplikasi mobile banking.
Namun yang membedakan, sistem ini dirancang dengan lapisan keamanan berlapis. Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya menjelaskan, pasien akan memiliki PIN untuk memberikan izin akses kepada fasilitas kesehatan dalam jangka waktu tertentu. Setelah masa berlaku habis, data otomatis terkunci dan tidak bisa diakses lagi oleh rumah sakit atau klinik mana pun.
Bagaimana Mekanisme Akses dan Keamanan Datanya?
Azhar menegaskan, pasien yang berpindah dari satu fasilitas layanan ke fasilitas lain tidak perlu lagi membawa berkas fisik. Cukup menyebutkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), seluruh riwayat penyakit akan muncul lengkap di sistem.
"Pasien nyebutin PIN-nya berapa, maka itu bisa diakses oleh rumah sakit ataupun fasilitas pelayanan kesehatan dalam kurun waktu tertentu. Setelah masa PIN-nya habis, maka enggak bisa diakses lagi," kata Azhar, Selasa (1/9).
Ia menambahkan, akses hanya bisa diberikan kembali apabila pasien memberikan izin secara eksplisit. Skema ini dirancang untuk menjawab kekhawatiran publik soal kebocoran data kesehatan yang selama ini rentan diperjualbelikan.
Skala Integrasi Data yang Dikejar Pemerintah
Untuk merealisasikan sistem ini, Kemenkes meminta seluruh fasilitas kesehatan mengirimkan data pasien secara lengkap dan konsisten. Budi Gunadi Sadikin menyebutkan target yang tidak kecil: 3.200 rumah sakit, 10 ribu puskesmas, ditambah klinik, apotek, dan laboratorium dengan total sekitar 98 ribu fasilitas.
"Tolong pastikan bukan hanya terkoneksi, bukan hanya mengirimkan data, tapi datanya lengkap. Mulai data dari diagnosa, data laboratorium, kemudian data obat, sampai data radiologi," ujar Budi dalam peluncuran Viewer SATUSEHAT Rekam Medis Elektronik di Jakarta.
Saat ini, sebagian besar fasilitas kesehatan masih menyimpan rekam medis secara terpisah. Akibatnya, pasien yang dirujuk antar-rumah sakit kerap mengulang pemeriksaan laboratorium atau radiologi dari nol. Dengan integrasi ini, riwayat