Persebaya dan Pemkot Surabaya Perluas Kolaborasi, dari Parkir Digital hingga Sosialisasi Bencana demi Target 100 Tahun Glory
SURABAYA — Persebaya Surabaya memperluas peran di luar lapangan hijau dengan menggandeng Pemkot Surabaya dalam sejumlah kampanye publik. Kerja sama ini mencakup pemanfaatan sarana olahraga hingga keterlibatan klub dalam program sosial kemasyarakatan, bukan sekadar kerja sama saat hari pertandingan.
Azrul Ananda menegaskan bahwa klubnya ingin menjadi bagian aktif dari denyut nadi kota. "Persebaya adalah bagian dari Surabaya. Karena itu, kami ingin hubungan dengan Pemerintah Kota Surabaya bukan hanya terjadi ketika Persebaya bertanding. Ada banyak hal yang bisa kita lakukan bersama untuk kota ini," kata Azrul di Balai Kota Surabaya, Sabtu (29/8/2026).
Empat Kampanye Publik yang Dimasuki Persebaya
Keterlibatan Persebaya tidak hanya bersifat seremoni. Klub berjuluk Bajul Ijo itu telah dilibatkan dalam sejumlah program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Beberapa di antaranya adalah kampanye pembayaran parkir digital, pengelolaan sampah, hingga sosialisasi pencegahan bencana.
Langkah ini dinilai strategis. Dengan basis suporter Bonek yang besar, pesan-pesan kebijakan publik diharapkan lebih mudah diterima masyarakat. Edukasi tentang tata kelola kota menjadi lebih cair ketika disampaikan melalui kanal yang dekat dengan warga.
Membangun Ekosistem, Bukan Sekadar Prestasi
Bagi manajemen, kolaborasi ini adalah fondasi jangka panjang. Ekosistem yang dimaksud bukan hanya tentang tim yang kuat di kompetisi, tetapi juga bagaimana klub tumbuh bersama komunitasnya. Target 100 Tahun Glory yang dicanangkan klub membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk pemerintah kota.
Pemanfaatan sarana olahraga yang lebih masif menjadi salah satu poin penting. Ke depan, fasilitas milik Pemkot diharapkan bisa digunakan lebih optimal untuk pembinaan usia muda, tidak hanya untuk pertandingan resmi.
Sinergi ini diharapkan menjadi model kolaborasi klub sepak bola dengan pemerintah daerah di Indonesia. Keberadaan klub tidak lagi dilihat sebagai entitas komersial semata, melainkan mitra strategis dalam pembangunan sosial dan ketertiban umum.