Daop 9 Jember Bangun 96 JPL untuk Perkuat Keselamatan Perlintasan, 10 Titik Prioritas Ditargetkan Beroperasi Oktober 2026

PT KAI Daop 9 Jember membangun 96 jalur perlintasan langsung untuk memperkuat keselamatan perlintasan kereta api.
Penulis: Ridwan Azhari
Sabtu, 29 Agustus 2026 | 20:05:02 WIB

PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember membangun 96 jalur perlintasan langsung (JPL) yang telah melalui proses verifikasi untuk menekan angka kecelakaan di perlintasan sebidang. Dari total tersebut, sebanyak 10 titik prioritas tengah dalam tahap pembangunan dan ditargetkan mulai beroperasi pada awal Oktober 2026. Langkah ini diambil menyusul tercatatnya 19 kejadian kecelakaan di perlintasan tidak terjaga sepanjang 2025 dan empat kecelakaan pada 2026.

JEMBER — PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mempercepat pembangunan jalur perlintasan langsung (JPL) sebagai bagian dari komitmen menekan risiko kecelakaan antara kereta api dengan kendaraan maupun pengguna jalan. Manajer Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyatakan keselamatan di perlintasan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda.

"Peningkatan keselamatan di perlintasan merupakan kebutuhan yang tidak dapat ditunda, mengingat perlintasan sebidang menjadi salah satu titik yang memiliki potensi risiko apabila tidak digunakan dengan disiplin dan sesuai aturan," kata Cahyo di Jember, Sabtu.

10 Titik Prioritas yang Sedang Dibangun

Sebanyak 10 titik JPL prioritas yang tengah dibangun tersebar di beberapa wilayah kerja Daop 9 Jember. Rinciannya, satu titik di Pasuruan, tiga titik di Kabupaten/Kota Probolinggo, satu titik di Lumajang, dan lima titik di Kabupaten Jember.

Lima titik di Kabupaten Jember tersebut meliputi JPL 85 KM 161+544 antara Jatiroto–Tanggul, JPL 170 KM 207+129 antara Arjasa–Kotok, JPL 114 KM 179+933 antara Bangsalsari–Rambipuji, JPL 9 KM 05+440 antara Kalisat–Ledokombo, serta JPL 23 KM 11+504 antara Ledokombo–Sempolan.

400 SDM Disiapkan untuk Kelola JPL

Setelah sepuluh titik prioritas rampung, pembangunan akan dilanjutkan secara bertahap pada 86 titik lainnya hingga seluruh 96 titik yang telah diverifikasi mendapatkan penanganan sesuai prioritas dan kesiapan lokasi masing-masing.

Untuk mendukung pengoperasian JPL tersebut, KAI telah merekrut sebanyak 400 orang sebagai sumber daya manusia. Mereka akan bertugas mengelola perlintasan yang tersebar di wilayah Daop 9 Jember.

Angka Kecelakaan di Perlintasan Masih Tinggi

Berdasarkan data KAI Daop 9 Jember, tercatat 19 kejadian kecelakaan terjadi di perlintasan yang tidak terjaga pada 2025 dan empat kecelakaan pada 2026. Angka ini menjadi dasar utama percepatan pembangunan JPL agar kejadian serupa dapat ditekan.

"Keselamatan adalah prioritas dalam perjalanan kereta api. Kami tidak ingin menunggu sampai terjadi korban, sehingga langkah pencegahan harus terus dilakukan," ujar Cahyo.

Melalui pembangunan 96 JPL, penyiapan 400 SDM, peningkatan fasilitas, pengawasan, edukasi, serta kolaborasi dengan berbagai pihak, KAI Daop 9 Jember berkomitmen menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, selamat, nyaman, dan berkelanjutan.

"Keselamatan di perlintasan bukan hanya tentang palang pintu dan petugas, tetapi juga tentang kedisiplinan setiap orang untuk berhenti dan memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api," tuturnya.

Reporter: Ridwan Azhari