Babinsa, BPBD, dan Manggala Agni Padamkan Karhutla di Lahan Sawit dan Gambut Muara Muntai, Sebar Api Terisolasi
KUTAI KARTANEGARA — Kobaran api yang menyelimuti lahan sawit dan gambut di perbatasan Desa Muara Leka dan Desa Aloh, Kecamatan Muara Muntai, akhirnya dapat dikendalikan tim gabungan. Babinsa Koramil 0906-10/Muara Muntai Serma Rasidi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan tim Manggala Agni bergerak cepat melakukan pemadaman sejak titik asap pertama kali terdeteksi.
Patroli rutin yang digelar Kamis pagi mendapati kepulan asap yang mencurigakan dari kawasan perkebunan. Setelah menyisir lokasi, tim langsung menyemprotkan air ke titik api dan membangun sekat bakar agar kobaran tidak merambat ke area lain yang lebih luas.
Sinergi di Lapangan Jadi Kunci Utama
Serma Rasidi menegaskan bahwa keberhasilan pemadaman ini bergantung pada kerja sama antarinstitusi. Ia menyebut kehadiran BPBD, Manggala Agni, dan warga sekitar sangat menentukan kecepatan respons di lapangan.
“Sinergi di lapangan adalah kunci utama. Kami tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Kehadiran rekan-rekan BPBD, Manggala Agni, serta dukungan masyarakat sangat menentukan kecepatan dalam mengendalikan kobaran api,” ujar Serma Rasidi di lokasi pemadaman.
Pendinginan Masih Berlangsung untuk Cegah Api Muncul Kembali
Meski kobaran api sudah berhasil dijinakkan, proses pendinginan masih terus dilakukan. Langkah ini untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam tanah gambut yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kondisi cuaca panas dan medan yang berat sempat menghambat pergerakan tim. Namun, upaya pemadaman tetap berjalan hingga api benar-benar padam dan area terdampak dinyatakan aman.
Peringatan: Jangan Buka Lahan dengan Cara Dibakar
Aksi pemadaman ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat akan bahaya membuka lahan dengan cara dibakar. Praktik tersebut tidak hanya berisiko memicu kebakaran meluas, tetapi juga menghasilkan asap yang mencemari udara dan mengganggu kesehatan pernapasan warga.
Kecepatan respons dan kepedulian bersama dinilai menjadi benteng utama dalam mencegah karhutla di wilayah Kutai Kartanegara. TNI, BPBD, Manggala Agni, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga keselamatan lingkungan serta kesehatan publik.