Kapolsek Tanjung Raja dan Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Hadiri Lomba Perahu Bidar Piala Gubernur Sumsel di Sungai Ogan

Kapolsek Tanjung Raja AKP Sondi Fraguna dan Kasi Intel Kejari Ogan Ilir Yupran Susanto menghadiri Lomba Perahu Bidar Piala Gubernur Sumsel di Sungai Ogan, Desa Talang Balai Baru II, Sabtu (22/8/2026).
Penulis: Ridwan Azhari
Minggu, 23 Agustus 2026 | 16:16:31 WIB

OGAN ILIR — Perlombaan perahu bidar tradisional yang memperebutkan Piala Gubernur Sumatera Selatan berlangsung meriah di aliran Sungai Ogan, tepatnya di Desa Talang Balai Baru II, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini bukan sekadar ajang adu cepat dayung, melainkan bagian dari upaya menjaga warisan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Kepala Desa Talang Balai Baru II, Wail, menyebut perlombaan ini menjadi momentum strategis untuk mengenalkan tradisi daerah kepada generasi muda. Ia menegaskan bahwa perahu bidar adalah identitas masyarakat Sumatera Selatan yang harus terus dijaga keberadaannya di tengah arus modernisasi.

"Perlombaan perahu bidar tradisional ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan sekaligus melestarikan kebudayaan dan kearifan lokal masyarakat Sumatera Selatan," kata Wail.

Dukungan Aparat untuk Keamanan dan Silaturahmi

Kehadiran Kapolsek Tanjung Raja AKP Sondi Fraguna di lokasi perlombaan bukan tanpa alasan. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bertanggung jawab memastikan jalannya acara tetap aman dan kondusif. Pengamanan dilakukan di sepanjang titik-titik yang dipadati warga yang ingin menyaksikan lomba dari tepi sungai.

Menurut Sondi, kegiatan budaya semacam ini memiliki nilai lebih dari sekadar hiburan. Momen tersebut dinilai efektif untuk mempererat hubungan antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat yang hadir.

"Kami mendukung kegiatan masyarakat yang positif seperti perlombaan perahu bidar ini. Selain melestarikan budaya dan kearifan lokal, kegiatan seperti ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi antara aparat, pemerintah daerah dan masyarakat," ujar Sondi.

Sinergi Penegak Hukum dalam Pelestarian Budaya

Di sisi lain, Kasi Intelijen Kejari Ogan Ilir Yupran Susanto menilai keterlibatan unsur penegak hukum dalam kegiatan budaya menunjukkan kolaborasi yang sehat antarinstansi. Ia berharap tradisi ini tidak berhenti pada ajang tahunan, tetapi terus dikembangkan agar memberi manfaat luas bagi masyarakat.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan yang mengangkat budaya dan kearifan lokal. Semoga tradisi perahu bidar ini terus dilestarikan dan dapat menjadi bagian dari kegiatan budaya yang memberikan manfaat bagi masyarakat," kata Yupran.

Pantauan di lokasi, perlombaan berlangsung meriah dengan sorak sorai warga yang memadati bantaran Sungai Ogan. Selain dihadiri unsur Forkopimda dan pemerintah daerah, jajaran pemerintahan desa juga turut hadir untuk menyukseskan acara tersebut.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat sinergi dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Ogan Ilir dalam menjaga kekayaan budaya lokal Sumatera Selatan.

Reporter: Ridwan Azhari