Atasi Tawuran, Pemprov DKI Siapkan Fasilitas Tinju di Jakarta Timur dan Ruang Publik Lain, Pramono Anung: Bukan Solusi Kasuistik
JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen menuntaskan persoalan tawuran secara berkelanjutan. Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan, penyelesaian masalah ini tidak bisa bersifat sementara, melainkan harus mendasar dan berjangka panjang.
“Di dalam menyelesaikan persoalan tawuran, saya lebih ingin menyelesaikan bukan dengan cara apa yang bersifat kasuistik hanya sesaat saja, tetapi yang paling utama dan terutama adalah bagaimana anak-anak muda itu energinya tersalurkan secara lebih baik,” ujar Pramono dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (22/8).
Fasilitas Tinju di Jakarta Timur Jadi Wadah Penyalur Energi
Penyediaan ruang terbuka dan fasilitas publik dinilai efektif bagi generasi muda untuk membangun interaksi positif. Sebagai aksi nyata, Pemprov DKI menyediakan berbagai fasilitas olahraga, termasuk sarana tinju di kawasan Jakarta Timur.
Wadah tersebut diharapkan mampu mengalihkan potensi konflik menjadi kegiatan berprestasi. Fasilitas publik yang diakses bersama juga membuka ruang komunikasi antarmasyarakat, menumbuhkan rasa saling menghormati, serta menekan potensi gesekan antarwarga.
Koordinasi dengan Aparat untuk Antisipasi Konflik di Bukit Duri
Meski berfokus pada strategi jangka panjang, Pemprov DKI tetap bergerak cepat di lapangan. Koordinasi intensif dengan aparat penegak hukum terus dilakukan untuk mengantisipasi potensi konflik antarkelompok remaja, seperti yang dipetakan di kawasan Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan.
“Saya meyakini bahwa untuk menyelesaikan itu tidak semata-mata kemudian hanya bersifat jangka pendek saja. Saya ingin menyelesaikannya lebih mendasar dan berjangka panjang,” tandasnya.
Langkah ini diambil di tengah upaya pemprov menjaga sektor-sektor vital seperti kesehatan, pendidikan, perlindungan sosial, hingga transportasi agar tetap berjalan demi menekan kesenjangan sosial di Ibu Kota.