Pencarian

Produser Squid Game Pimpin Aliansi Produser Asia di Busan

Minggu, 11 Oktober 2026 • 16:00:31 WIB
Produser Squid Game Pimpin Aliansi Produser Asia di Busan
Produser "Squid Game" Kim Ji-yeon membacakan deklarasi pendirian Asian Producers Alliance di Busan International Film Festival.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Lima organisasi produser independen dari Asia resmi membentuk Asian Producers Alliance (APA) di ajang Busan International Film Festival, Korea Selatan. Produser "Squid Game" Kim Ji-yeon membacakan deklarasi pendirian aliansi yang digagas Producers Guild of Korea (PGK) dan Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) itu. Aliansi ini menargetkan co-production lintas negara dan perlindungan hak kekayaan intelektual kreator.

Lima organisasi produser independen dari lima wilayah Asia menyatukan langkah dalam sebuah aliansi lintas batas. Pembentukan Asian Producers Alliance (APA) diumumkan pada penutupan seminar "Empowering Asian Cinema: Solidarity and Creative Alliance" yang digelar PGK di ACFM Producers Hub, rangkaian Busan International Film Festival.

Koalisi ini menghimpun PGK (Korea Selatan), APROFI (Indonesia), Philippine Independent Producers Group (PIPG), Hong Kong Movie Production Executives Association (HKMPEA), dan Taiwan Producers Association (TPA). Seluruh anggotanya adalah produser independen, tanpa keterlibatan studio besar, konglomerat, maupun badan negara.

Siapa Saja yang Bergabung

PGK dan APROFI menjadi penggagas utama pembentukan aliansi ini. Proses persetujuan dilakukan secara daring oleh kelima organisasi sebelum diresmikan di Busan.

Produser "Squid Game" Kim Ji-yeon, yang juga anggota dewan PGK, membacakan deklarasi pendirian di atas panggung bersama perwakilan lima organisasi.

"For years, we have faced the same changes alone – in our own markets, in our own languages. Today we choose to face them together," demikian bunyi deklarasi tersebut. "We will advance co-production across Asia, so that our stories can be made together and travel further."

Visi Co-Production Lintas Negara

Seminar yang mendahului pembentukan APA menghadirkan sejumlah nama besar industri film Asia. Produser Yulia Evina Bhara dari KawanKawan Media (Indonesia) duduk sebagai panelis bersama Rhee Handae, CEO Sidus (Korea), Yamaguchi Shin dari Knockonwood (Tokyo), dan Bianca Balbuena, co-founder Epicmedia Productions (Filipina).

Diskusi menyoroti bagaimana streaming dan konten pendek mengubah lanskap produksi di tiap pasar. Yamaguchi memberi arahan singkat untuk percakapan itu: "Think globally." Menurutnya, co-production internasional kini menjadi bagian tak terhindarkan dari masa depan industri.

Rekam jejak para panelis memperkuat arah tersebut. Yamaguchi telah lebih dari dua dekade menyusun co-production lintas Asia, Eropa, dan Amerika Utara. Rhee memimpin proyek co-production Korea-Vietnam di Sidus, termasuk lewat joint venture dengan sutradara Phan Gia Nhat Linh.

Bhara tercatat sebagai produser "Tiger Stripes" yang menang di Cannes dan "Autobiography" yang berjaya di Venesia. Sementara Balbuena telah memproduksi film-film yang tayang di Sundance, Venesia, Cannes, dan Berlin.

Struktur dan Agenda APA

APA akan berjalan sebagai koalisi konsultatif pada tahap awal. Prioritas utamanya mencakup co-production lintas Asia dan hak kekayaan intelektual kreator.

Organisasi produser dari seluruh Asia boleh bergabung selama tahun pertama, dan lebih dari satu organisasi per wilayah dapat menjadi anggota. Para anggota berencana menggelar pertemuan daring setiap kuartal serta sidang umum tahunan di ajang ACFM.

Presiden PGK Lee Dong-ha dan Ketua APROFI Edwin Nazir menjabat sebagai co-representatives perdana aliansi ini. Han Jin dan Bhara memimpin sekretariat sebagai co-secretary generals. Keempatnya bertugas untuk periode satu tahun, dengan pemilihan digelar di setiap sidang umum tahunan.

"APA is not a declaration – it is a practice of solidarity that begins now," ujar Lee.

Ketua HKMPEA Johnny Wang menyebut produser selama ini terbiasa mengikuti jalur yang dirintis pendahulu mereka. "Now, with the birth of the APA, we are embarking on an entirely new and unprecedented journey," katanya.

Langkah Selanjutnya di Yogyakarta

APA akan menggelar seminar keduanya di JAFF Market, Yogyakarta, pada Desember mendatang. APROFI menjadi tuan rumah, dengan fokus pembahasan pada hak kekayaan intelektual kreator.

Pembentukan APA menandai babak baru kerja sama produksi film Asia yang lebih setara. Bagi industri film Indonesia, posisi APROFI sebagai penggagas sekaligus tuan rumah seminar berikutnya membuka akses lebih luas ke jaringan co-production regional.

Sumber: variety.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks