LIPUTANHARIAN.CO.ID — Counterpoint Research memproyeksikan pengiriman panel OLED untuk laptop naik 50 persen pada 2026, dipicu adopsi teknologi itu di MacBook Pro generasi berikutnya. Laporan yang dirilis pekan ini menyebut permintaan premium AI PC turut mengerek pertumbuhan, sementara pasar panel laptop secara keseluruhan justru diprediksi turun 3 persen. Bagi pengguna Indonesia, gelombang ini bakal menentukan harga dan ketersediaan laptop OLED di pasar lokal dalam dua tahun ke depan.
Apple dikabarkan akan mengadopsi layar OLED di lini MacBook Pro generasi mendatang, dan dampaknya terhadap industri panel global sudah terlihat di angka proyeksi. Counterpoint Research memperkirakan pengiriman panel OLED untuk notebook melonjak 50 persen sepanjang 2026, lalu tumbuh lagi 24 persen pada 2027.
Angka itu jauh melampaui pertumbuhan pasar panel laptop secara keseluruhan. Counterpoint memproyeksikan pengiriman panel notebook kelas advanced naik 11 persen pada 2026 dibanding 2025, sementara total pasar panel laptop justru menyusut 3 persen year on year.
OLED Geser Dominasi MiniLED
Pergeseran pangsa pasar terjadi di segmen panel notebook advanced. OLED diprediksi menguasai 75 persen pengiriman pada 2026, naik dari 56 persen pada 2025. Sebaliknya, MiniLED turun dari 44 persen menjadi 25 persen di periode yang sama.
Counterpoint menyebut adopsi OLED di MacBook Pro generasi baru sebagai salah satu pemicu utama, bersanding dengan permintaan premium AI PC yang tetap kuat.
"Pengiriman panel OLED untuk notebook diproyeksikan naik 50 persen pada 2026 dan 24 persen lagi pada 2027. Adopsi OLED yang diantisipasi Apple di model MacBook Pro generasi berikutnya, bersama permintaan premium AI PC yang berlanjut, diperkirakan mendorong pertumbuhan ini," tulis Counterpoint dalam laporannya.
Arsitektur Tandem OLED Jadi Kunci
Faktor teknis lain yang mendorong pertumbuhan adalah kemajuan manufaktur, terutama arsitektur tandem OLED. Teknologi ini menyusun dua lapisan OLED yang bekerja bersama untuk menghasilkan kecerahan layar penuh lebih tinggi, efisiensi daya lebih baik, dan usia panel lebih panjang.
Apple sudah memakai tandem OLED di iPad Pro. Perusahaan diperkirakan menerapkan arsitektur dua tumpuk serupa untuk model MacBook Pro 14 inci dan 16 inci mendatang.
MacBook Pro generasi baru dirumorkan diumumkan 27 Oktober dengan layar sentuh dan sasis yang didesain ulang serta jauh lebih ringan. Apple belum memberi konfirmasi resmi soal tanggal maupun spesifikasi tersebut.
Proyeksi Jangka Panjang
Counterpoint memperkirakan pengiriman panel OLED untuk notebook tumbuh dengan laju tahunan majemuk 26 persen antara 2024 dan 2030. Pendapatan panel dari segmen ini diproyeksikan tumbuh 35 persen per tahun di rentang waktu yang sama.
Lonjakan itu tidak lepas dari struktur biaya produksi OLED yang masih lebih mahal dibanding panel LCD dan MiniLED. Selama beberapa tahun ke depan, laptop OLED diprediksi tetap menyasar segmen premium, termasuk lini MacBook Pro dan AI PC kelas atas.
Dampak ke Pasar Indonesia
Bagi konsumen Indonesia, pertumbuhan volume panel OLED berpotensi menekan harga laptop layar OLED secara bertahap. Namun efeknya baru terasa setelah kapasitas produksi panel meningkat dan adopsi meluas ke lini laptop menengah, bukan hanya model flagship.
Pelaku bisnis digital yang bergantung pada perangkat layar berkualitas untuk kerja desain, editing video, atau pengembangan aplikasi perlu mencermati jadwal rilis ini. Ketersediaan resmi MacBook Pro OLED di Indonesia biasanya menyusul beberapa bulan setelah peluncuran global, mengikuti jadwal distribusi Apple di kawasan Asia Tenggara.
Sejumlah vendor Windows diperkirakan merespons dengan mempercepat adopsi OLED di lini AI PC mereka. Persaingan di segmen laptop premium bakal makin ketat sepanjang 2026 hingga 2027.