Pencarian

Bursa Asia Variatif, Tekanan Saham AI AS Seret Nasdaq Turun 1%

Jumat, 09 Oktober 2026 • 08:41:01 WIB
Bursa Asia Variatif, Tekanan Saham AI AS Seret Nasdaq Turun 1%
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,76% pada perdagangan Jumat (9/10/2026).

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,76% pada perdagangan Jumat (9/10/2026), sementara S&P/ASX 200 Australia justru menguat 0,37%. Pergerakan variatif bursa Asia terjadi setelah saham teknologi Amerika Serikat tertekan akibat kekhawatiran investor terhadap prospek perusahaan kecerdasan buatan. Nasdaq Composite turun lebih dari 1% pada Kamis, penurunan harian terbesar sejak pertengahan Agustus.

Tekanan pada saham-saham teknologi Amerika Serikat menular ke bursa Asia. Melansir CNBC Internasional, indeks Topix Jepang bergerak relatif stagnan pada sesi yang sama. Di Wall Street, S&P 500 melemah 0,5% dan memperpanjang koreksi untuk hari kedua berturut-turut, sedangkan Dow Jones Industrial Average justru mengakhiri perdagangan sedikit di atas level stagnan.

Pendapatan OpenAI Picu Aksi Jual Saham AI

Pemicu utama tekanan tersebut adalah informasi bahwa OpenAI menyampaikan kepada para investornya soal pendapatan tahunan berdasarkan laju pendapatan terkini (annualized revenue) sebesar US$50 miliar pada akhir September. Angka US$68 miliar yang ramai diberitakan bulan lalu disebut juga mencakup pendapatan bruto dari mitra, menurut seseorang yang mengetahui persoalan tersebut.

Kabar itu langsung memicu aksi jual pada saham perusahaan yang berkaitan dengan pengembangan infrastruktur AI. CoreWeave anjlok lebih dari 7%, sedangkan Oracle, Intel, dan Super Micro Computer masing-masing turun sekitar 5%.

  • Advanced Micro Devices (AMD): terkoreksi hampir 4%
  • Nvidia: melemah hampir 3%
  • CoreWeave: anjlok lebih dari 7%
  • Oracle, Intel, Super Micro Computer: masing-masing turun sekitar 5%

Peringatan Analis Soal Potensi Aksi Jual Lebih Luas

Kepala Strategi Pasar Man Group Kristina Hooper memperingatkan bahwa tekanan yang berlanjut dapat memicu aksi jual yang lebih luas pada saham-saham terkait AI.

"Jika kondisi seperti ini berlangsung selama beberapa hari, pasar berpotensi mengalami aksi jual besar-besaran yang dapat mengikis kepercayaan investor," ujar Hooper dalam program CNBC Closing Bell: Overtime.

Peringatan itu mencerminkan kekhawatiran yang lebih dalam: koreksi saham AI tidak lagi sekadar koreksi teknikal, melainkan respons terhadap pertanyaan soal valuasi dan realitas pendapatan perusahaan-perusahaan di ekosistem kecerdasan buatan.

SpaceX Naik, Saham Telekomunikasi AS Tertekan

Di tengah tekanan sektor teknologi, SpaceX mencatatkan kenaikan sekitar 2% dalam perdagangan setelah penutupan pasar (extended trading). Kenaikan tersebut terjadi setelah perusahaan roket itu mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi portofolio spektrum frekuensi berskala nasional.

Langkah SpaceX itu justru menekan saham AT&T, Verizon, dan T-Mobile. Investor khawatir ekspansi SpaceX ke portofolio spektrum dapat meningkatkan persaingan di industri telekomunikasi Amerika Serikat.

Yang Ditunggu Pasar Selanjutnya

Secara mingguan, indeks Dow Jones dan Nasdaq Composite bergerak relatif datar hingga perdagangan Kamis. S&P 500 berada di jalur mencatatkan kenaikan sekitar 0,6% sepanjang pekan ini.

Pada perdagangan Jumat, investor akan mencermati laporan kinerja keuangan Delta Air Lines yang dijadwalkan rilis sebelum pembukaan pasar AS. Data sentimen konsumen AS untuk Oktober juga menjadi perhatian pelaku pasar pada pagi hari waktu setempat.

Bagi investor di Asia, termasuk Indonesia, sinyal dari Wall Street malam ini akan menentukan apakah tekanan pada saham teknologi berlanjut ke pekan depan atau justru mereda seiring masuknya musim laporan keuangan kuartal ketiga.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks