Pencarian

Danantara dan ENRG Tanam US$ 250 Juta di Migas Permian Basin AS

Kamis, 08 Oktober 2026 • 08:02:02 WIB
Danantara dan ENRG Tanam US$ 250 Juta di Migas Permian Basin AS
Danantara dan ENRG menanamkan modal US$ 250 juta di HighPeak Energy Inc yang beroperasi di Permian Basin, Amerika Serikat.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Danantara Indonesia bersama PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menanamkan modal di HighPeak Energy Inc, perusahaan migas yang beroperasi di Permian Basin, Amerika Serikat. Nilai investasi Danantara mencapai US$ 250 juta atau setara Rp 4,5 triliun dengan kurs Rp 18.000 per dolar AS, sementara ENRG menyuntik US$ 200 juta atau sekitar Rp 3,6 triliun.

Langkah itu dijalankan melalui Danantara Investment Management (DIM) dengan skema pembelian saham preferen konvertibel yang diterbitkan bertahap. HighPeak Energy berbasis di Texas dan tercatat di Nasdaq dengan kapitalisasi pasar sekitar US$ 1 miliar. Perusahaan ini bergerak di akuisisi, pengembangan, eksplorasi, serta eksploitasi minyak dan gas bumi di Permian Basin.

Permian Basin Menyumbang 48% Produksi Minyak AS

Senior Research Analyst Sinarmas Sekuritas Yosua Zisokhi menilai Permian Basin merupakan wilayah penghasil minyak mentah terbesar di Amerika Serikat. Mengacu data Badan Informasi Energi Amerika Serikat, wilayah itu menyumbang 48% dari total produksi minyak AS sepanjang 2025.

Menurut Yosua, sebagai sovereign wealth fund, Danantara dapat membangun portofolio investasi sekaligus masuk ke aset strategis di sektor energi. Porsi minoritas yang diambil tidak menghilangkan nilai strategis langkah tersebut, terutama di tengah kondisi geopolitik Timur Tengah yang masih memanas.

"Ini jadi alasan kenapa aset-aset migas di sana diincar banyak pihak secara global," kata Yosua dalam analisisnya, dikutip Kamis (8/10).

Skema Saham Preferen Konvertibel Beri Perlindungan Ganda

Dari sisi struktur transaksi, Yosua menilai penggunaan saham preferen konvertibel mencerminkan kehati-hatian investor. Skema ini berbeda dari saham biasa karena memberikan perlindungan tambahan terhadap penurunan nilai investasi.

"Ada aspek perlindungan dari penurunan nilai investasi tetapi juga membuka akses upside ke depan jangka panjang," ujarnya.

Selain akses terhadap cadangan minyak, investasi DIM di HighPeak Energy membuka peluang pertukaran keterampilan melalui program pelatihan dan penugasan kerja. Akses terhadap teknologi migas AS dinilai menjadi nilai tambah tersendiri bagi kedua pihak.

ENRG Fokus Ekspansi Geografis, Danantara Perkuat Portofolio

Yosua menilai langkah Danantara di sektor migas Amerika Serikat merupakan bagian dari upaya membangun portofolio di sektor strategis yang terdiversifikasi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional. Sementara ENRG memiliki fokus berbeda, yakni ekspansi geografis dan penguasaan teknologi yang diharapkan menjadi nilai tambah bagi perusahaan.

"Ko-investasi pada dasarnya sangat umum dilakukan. Danantara dan ENRG menjadi salah satunya. Danantara dari sisi SWF, sementara ENRG sebagai pelaku migas asal Indonesia," ujar Yosua.

Daftar Investor Global yang Lebih Dulu Masuk

Investasi DIM ke perusahaan migas AS menambah daftar investor besar yang masuk ke sektor tersebut. Beberapa nama yang lebih dulu menanam modal antara lain Mitsubishi, JAPEX, dan Osaka Gas.

  • Mitsubishi
  • JAPEX
  • Osaka Gas
  • GIC (dana investasi negara Singapura)
  • Mubadala (dana investasi negara Uni Emirat Arab)
  • ADIA (dana investasi negara Abu Dhabi)

Sejumlah lembaga investasi negara tersebut telah lebih dulu berinvestasi pada aset migas di Amerika Serikat. Kehadiran Danantara dan ENRG menambah panjang daftar pemain Asia di Permian Basin.

Sumber: katadata.co.id

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks