Pencarian

5 Indikator yang Menandai Seseorang Berada di Kelas Bawah versi GoBankingRates

Minggu, 04 Oktober 2026 • 09:21:01 WIB
5 Indikator yang Menandai Seseorang Berada di Kelas Bawah versi GoBankingRates
Ilustrasi tempat tinggal sebagai salah satu indikator kelas ekonomi menurut analisis GoBankingRates.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kesulitan memiliki rumah layak, pekerjaan berupah rendah, hingga tak punya tabungan dan rencana pensiun menjadi lima penanda utama seseorang tergolong kelas bawah atau menengah bawah. Penilaian itu merujuk analisis GoBankingRates yang memetakan posisi ekonomi dari indikator sehari-hari, bukan sekadar garis kemiskinan. Bagi pelaku usaha dan perencana keuangan, daftar ini berguna membaca daya beli riil rumah tangga.

Presiden Prabowo Subianto menyebut tingkat kemiskinan ekstrem Indonesia terus menurun hingga level terendah. Pemerintah masih menempatkan pengentasan kemiskinan dan peningkatan taraf hidup sebagai perhatian utama. Namun ukuran kemiskinan resmi hanya satu potret; indikator harian bisa memberi gambaran lebih rinci soal posisi seseorang dalam struktur kelas ekonomi.

Tempat Tinggal Jadi Penanda Pertama

Tempat tinggal merupakan salah satu pengeluaran terbesar satu keluarga. Jika seseorang sulit tinggal di rumah yang nyaman dan aman di lingkungan layak, kondisi itu bisa menjadi indikator bahwa ia termasuk kelas menengah bawah atau kelas bawah.

Jenis Pekerjaan Menentukan Posisi Ekonomi

Beberapa jenis pekerjaan secara jelas tergolong kerah putih atau kerah biru, yang otomatis mencerminkan citra kelas pekerja atau kelas menengah. Pelayan restoran, sopir truk, pegawai ritel, pekerja manufaktur, dan jasa kebersihan biasanya menunjukkan posisi ekonomi lebih rendah.

"Anda dianggap berada di kelas menengah jika bekerja dalam posisi manajerial atau pekerjaan spesialis," kata Nathan Brunner, CEO Salarship.

Sebaliknya, pekerjaan yang hanya membutuhkan keahlian rendah atau posisi sementara dengan upah rendah dan sedikit manfaat umumnya menempatkan pekerja pada status sosial kelas bawah. Profesi guru, perawat, akuntan, dan pekerja IT bisa berada di antara kelas pekerja atau kelas menengah, tergantung senioritas dan sertifikasi. Karier kerah putih yang dipandang bergengsi pun tetap bisa bergaji sedang dan menempatkan pekerjanya di kelas menengah.

Tabungan dan Investasi Jadi Penyangga Keuangan

Menabung dan berinvestasi merupakan penyangga keuangan sekaligus peluang membangun kekayaan jangka panjang. Membangun cadangan itu menjadi kemewahan yang tidak selalu terjangkau kalangan kelas bawah. Artinya, bila seseorang tidak punya tabungan cukup dan tidak memiliki rencana pensiun, ia dapat dipastikan termasuk golongan kelas bawah.

Gaya Hidup Mencerminkan Ruang Anggaran

Kemampuan liburan setiap tahun, sering makan di luar, atau membeli barang baru tanpa terlalu khawatir membutuhkan dasar keamanan finansial. Kenikmatan kecil itu menunjukkan adanya ruang dalam anggaran untuk kesenangan.

Apabila hal-hal tersebut terasa berat karena keterbatasan anggaran, itu bisa menjadi tanda seseorang termasuk kelas bawah. Pengelolaan anggaran yang cerdas bisa membantu mewujudkan kesenangan kecil tersebut. Namun kemampuan memilih dan kebebasan ekonomi dalam menikmati pengeluaran sesekali lebih mencerminkan stabilitas yang umumnya dimiliki kelas menengah.

Pendidikan Tinggi Membuka Jalan Gaji Lebih Baik

Kepemilikan gelar sarjana menjadi indikator cukup baik untuk menunjukkan posisi seseorang dalam tangga ekonomi. Tingkat pendidikan tertinggi yang dicapai kerap mencerminkan kelas sosialnya.

Hambatan sistemik sering menghalangi individu dari kelas bawah mengakses pendidikan. Pendidikan tinggi biasanya membuka jalan menuju pekerjaan bergaji lebih baik. Kalau kuliah terasa terlalu mahal dan tidak bisa diikuti, itu bisa menjadi tanda seseorang berada di kelas bawah.

Implikasi bagi Pelaku Usaha dan Perencana Keuangan

Lima indikator ini berguna untuk membaca daya beli riil rumah tangga di luar data makro. Pelaku usaha ritel dan jasa keuangan bisa memakainya untuk menyusun produk yang sesuai segmen menengah bawah, sementara perencana keuangan dapat memetakan prioritas klien berdasarkan kepemilikan tabungan, pekerjaan, dan tingkat pendidikan.

Sumber: cnbcindonesia.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks