Pencarian

7 Cara Merawat Tanaman Terong agar Rajin Berbuah

Sabtu, 26 September 2026 • 06:01:32 WIB
7 Cara Merawat Tanaman Terong agar Rajin Berbuah
Tanaman terong memerlukan suhu tanah yang hangat untuk mendukung pertumbuhan dan pembentukan buah.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Menanam terong di pekarangan sering berakhir dengan bunga yang rontok sebelum jadi buah. Padahal perawatannya tidak rumit, cukup memperhatikan suhu tanah, nutrisi, hingga posisi batang saat buah mulai membesar. Berikut tujuh langkah yang bisa diterapkan sejak awal tanam hingga masa panen.

Tanaman terong butuh perlakuan berbeda di setiap fase pertumbuhannya. Mulai dari persiapan lahan sampai panen, ada beberapa hal yang sering terlewat dan bikin produksi buah tidak maksimal.

1. Pastikan Kondisi Tanah Cukup Hangat

Terong menyukai kondisi hangat. Suhu tanah yang terlalu rendah pada awal pertumbuhan bisa menghambat perkembangan tanaman dan pembentukan buah.

Suhu tanah di atas 21 derajat Celsius disebut lebih ideal sebelum bibit dipindahkan. Salah satu caranya, tutup permukaan tanah dengan plastik hitam beberapa minggu sebelum penanaman untuk membantu menaikkan suhu. Sesuaikan dengan kondisi lahan dan cuaca, dan hindari menanam saat kondisi masih terlalu dingin.

2. Berikan Pupuk Sesuai Kebutuhan Tanaman

Nutrisi jadi bagian penting dalam perawatan terong, dan pemberiannya bisa disesuaikan dengan fase pertumbuhan. Pupuk cair organik seperti pupuk rumput laut atau kompos cair dapat diberikan rutin sejak masa pertumbuhan.

Saat tanaman mulai berbunga, pupuk dengan kandungan kalium lebih tinggi membantu pembentukan bunga dan buah. Kompos juga bisa ditambahkan ke tanah sebelum penanaman agar media tetap mendukung pertumbuhan akar dan drainase.

3. Bantu Penyerbukan Ketika Bunga Sulit Jadi Buah

Bunga terong sebenarnya bisa menyerbuk sendiri. Namun di lokasi yang minim serangga penyerbuk, proses itu tidak selalu berjalan optimal.

Salah satu cara yang bisa dicoba adalah membantu penyebaran serbuk sari dengan getaran lembut. Ujung sikat gigi elektrik ditempelkan sebentar pada tangkai bunga. Cara ini terutama untuk tanaman di area tertutup atau pekarangan dengan sedikit aktivitas serangga.

4. Pangkas Bagian Tanaman yang Tidak Diperlukan

Pemangkasan berguna mengatur pertumbuhan tanaman. Mencubit atau memangkas pucuk utama saat tanaman masih muda dapat merangsang munculnya cabang baru.

Tunas air dan daun bagian bawah yang mulai menguning juga bisa dipangkas. Tujuannya bukan memangkas sebanyak mungkin, tapi menjaga pertumbuhan tetap terarah dan tidak punya terlalu banyak bagian yang kurang produktif.

5. Jangan Menunda Panen Terlalu Lama

Buah terong yang sudah siap panen sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama di tanaman. Pemanenan rutin membantu tanaman terus menghasilkan bunga dan buah baru.

Panenlah terong ketika ukurannya belum mencapai maksimal dan kulitnya masih tampak mengilap. Waktu panen tetap bisa berbeda tergantung varietas dan kondisi tanaman.

6. Gunakan Penyangga Saat Batang Mulai Terbebani Buah

Tanaman yang menghasilkan banyak buah butuh penopang agar batang dan cabangnya tidak mudah merunduk atau patah. Penyangga bambu bisa dipasang ketika buah mulai membesar.

Penopang menjaga cabang tetap berada di atas tanah, terutama saat tanaman menghadapi angin, hujan, atau beban buah yang semakin berat. Posisi buah yang tidak langsung menyentuh tanah juga mengurangi risiko buah rusak atau busuk.

7. Jaga Kelembapan Tanah Tetap Stabil

Kekurangan air membuat tanaman stres. Pada masa berbunga, kondisi itu bisa menyebabkan bunga rontok sebelum berkembang menjadi buah.

Penyiraman perlu dilakukan teratur dengan memperhatikan kondisi tanah dan cuaca. Kebutuhan air sekitar 5 cm per minggu, termasuk dari hujan maupun penyiraman tambahan, terutama saat tanaman memasuki masa berbunga dan pembentukan buah. Mulsa di sekitar pangkal tanaman membantu mempertahankan kelembapan sekaligus menekan pertumbuhan gulma.

Tidak semua tanaman terong butuh perlakuan yang sama. Kondisi tanah, cuaca, dan usia tanaman menentukan langkah mana yang paling perlu diprioritaskan, jadi sesuaikan perawatan dengan kondisi di lahanmu.

Sumber: brilio.net

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks