LIPUTANHARIAN.CO.ID — Sekretaris Jenderal FIFA Mattias Grafstörm menilai Indonesia sukses menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 dan menggelar seremoni pembukaan secara meriah di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Jumat (25/9) malam WIB. Kehadirannya mewakili Presiden FIFA Gianni Infantino sekaligus menyaksikan langsung laga Timnas Indonesia melawan Singapura.
Antusiasme Mattias Grafstörm di Momen Bersejarah
Dalam sambutannya, Mattias menyebut kehadirannya di Jakarta sebagai momen bersejarah. Ia mengaku sangat antusias bisa berada langsung di tengah penyelenggaraan turnamen perdana tersebut.
"Kami sangat antusias berada di sini untuk menyaksikan momen bersejarah ini. Ini adalah FIFA ASEAN Cup pertama dan saya sangat senang bisa berada di sini bersama teman baik saya, Erick Thohir dan saya berterima kasih atas kerja kerasnya dalam menyelenggarakan ajang ini," kata Mattias di SUGBK Jakarta, Jumat (25/9).
Legitimasi FIFA untuk Sepak Bola Asia Tenggara
Mattias menegaskan bahwa ajang perdana FIFA ASEAN Cup menjadi legitimasi badan sepak bola dunia terhadap kawasan Asia Tenggara. Menurutnya, gairah sepak bola di wilayah ini begitu besar dan megah.
"Membawa turnamen dari FIFA ke wilayah [ASEAN] adalah penegas bahwa ajang ini sangat spesial dan saya percaya akan banyak antusiasme terlihat dari kemegahan sepakbola," ucapnya.
Pernyataan itu menempatkan Indonesia sebagai tuan rumah pertama turnamen yang digagas FIFA untuk kawasan ASEAN. Kehadiran perwakilan FIFA di Jakarta sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam peta penyelenggaraan sepak bola internasional.
Peluang FIFA ASEAN Cup Digelar Lagi
Mattias membuka kemungkinan agar FIFA ASEAN Cup kembali digelar pada kesempatan berikutnya. Ia menyatakan pihaknya sedang meninjau berbagai kemungkinan untuk menggelar hajatan serupa di masa mendatang.
"Pada edisi perdana ini, mari kita fokus dalam kesempatan saat ini. Tapi saya percaya semoga acara ini sukses dan kami menatap ajang potensial serupa untuk edisi berikutnya dalam kurun empat tahun mendatang," tuturnya.
"Tentu ini butuh kerjasama dari kami, asosiasi anggota, AFC, dan FIFA untuk mencari waktu tepat. Tapi kami ingin pastikan agar edisi kali ini berjalan sukses," ia menambahkan.
Sejumlah faktor akan menentukan kelanjutan turnamen ini, mulai dari kesuksesan edisi perdana hingga kesiapan asosiasi anggota dan AFC dalam menyusun kalender yang tepat.