Pencarian

Usai Kena Suspensi, BIKE Rancang Akuisisi Lahan Tambang 27.786 Hektare

Jumat, 25 September 2026 • 09:01:02 WIB
Usai Kena Suspensi, BIKE Rancang Akuisisi Lahan Tambang 27.786 Hektare
PT BIKE menyiapkan akuisisi tiga lahan tambang seluas total 27.786 hektare.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk. (BIKE) menyiapkan akuisisi tiga lahan tambang dengan total 27.786 hektare, mencakup PT BSR seluas 9.660 hektare, PT TBM 8.126 hektare, dan PT WCM 10.000 hektare. Rencana ekspansi itu dibeberkan perseroan tak lama setelah BEI mencabut suspensi saham BIKE pada 22 September 2026. Langkah diversifikasi ini menjadi ujian bagi emiten yang masih membukukan rugi bersih Rp19,18 miliar pada semester I/2026.

Manajemen BIKE memaparkan peta ekspansi tersebut dalam materi Public Expose Insidentil yang dikutip Kamis (24/9/2026). Selain akuisisi lahan tambang, perseroan menargetkan penambahan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) ke sektor energi, IT, golf, industri, hingga investasi beserta infrastruktur pendukungnya. Rencana penambahan KBLI itu masih dalam tahap kajian LKPP.

Jejak Suspensi dan Pemicunya

Bursa Efek Indonesia sempat menghentikan sementara perdagangan saham BIKE pada 21 September 2026. Suspensi itu berfungsi sebagai cooling down untuk melindungi investor dari kenaikan harga kumulatif yang signifikan. Sehari berselang, BEI resmi membuka kembali perdagangan saham perseroan setelah manajemen menyampaikan penjelasan.

Dalam keterbukaan informasi, manajemen menegaskan tidak ada informasi lain yang berpotensi mempengaruhi kegiatan usaha, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha perseroan dan anak perusahaan hingga pelaksanaan public expose tersebut.

Kinerja Keuangan Semester I/2026

Di tengah rencana ekspansi, kinerja operasional BIKE masih tertekan. Perseroan membukukan pendapatan bersih Rp121,12 miliar, tetapi mencatat rugi bersih Rp19,18 miliar pada semester I/2026.

Dari sisi neraca, total aset tercatat Rp98,02 miliar dengan total liabilitas Rp32,50 miliar dan total ekuitas Rp65,52 miliar. Struktur permodalan itu menjadi modal awal perseroan untuk membiayai sejumlah rencana strategis yang tengah disusun.

Dari Sepeda ke Tambang dan Energi

Kegiatan usaha eksisting BIKE saat ini masih berfokus pada perdagangan sepeda dan alat olahraga. Perseroan mulai menjajaki kerja sama dengan beberapa pihak dan telah menandatangani sejumlah MoU sebagai tahap awal.

Pengembangan usaha sedang dalam proses penyusunan Feasibility Study (FS) oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP). Sementara rencana penguatan modal kerja dikaji melalui Fairness Opinion (FO) oleh KJPP. Kedua dokumen itu menjadi prasyarat sebelum perseroan melangkah ke tahap eksekusi.

Deretan Calon Anak Perusahaan yang Dibidik

BIKE tengah menjajaki dan melakukan proses due diligence untuk mengalokasikan investasi serta mengakuisisi beberapa calon anak perusahaan, antara lain:

  • PT RK
  • PT PEG
  • PT FDP
  • PT SMI
  • PT MTI
  • PT K.BI

Proses due diligence menjadi tahap krusial karena menentukan valuasi dan struktur akuisisi masing-masing calon entitas. Perseroan belum mengungkap nilai investasi yang disiapkan untuk seluruh rencana tersebut.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham

Bagi investor, kombinasi suspensi, rugi bersih, dan rencana akuisisi lahan tambang menempatkan BIKE pada profil risiko tinggi. Diversifikasi ke sektor energi dan tambang menjanjikan sumber pendapatan baru, tetapi juga menuntut modal kerja besar dan eksekusi yang panjang.

Pasar menantikan hasil FS dan FO dari KJPP sebagai penanda apakah rencana ekspansi ini berjalan sesuai jadwal. Selama dokumen-dokumen itu belum rampung, arah bisnis BIKE masih bertumpu pada perdagangan sepeda dan alat olahraga yang sudah berjalan.

Sumber: market.bisnis.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks