Pencarian

Malware MacSync Serang Pengguna Mac, Curi Password hingga Kripto

Senin, 21 September 2026 • 10:01:31 WIB
Malware MacSync Serang Pengguna Mac, Curi Password hingga Kripto
Kaspersky menemukan versi terbaru infostealer MacSync yang mencuri password, file Keychain, data Telegram, dan aset kripto dari perangkat Mac.

LIPUTANHARIAN.CO.ID — Kaspersky menemukan versi terbaru infostealer MacSync yang mencuri password, file Keychain, data Telegram, dan aset kripto dari perangkat Mac. Malware ini terdeteksi dalam kampanye serangan sepanjang September 2026 dengan rantai infeksi yang jauh lebih kompleks dibanding versi sebelumnya. Pengguna Mac diimbau berhati-hati saat aplikasi meminta password administrator.

MacSync pertama kali muncul pada 2024-2025 sebagai varian pencuri informasi AMOS. Versi terbarunya mengalami perubahan signifikan, terutama pada rantai infeksi yang kini lebih berlapis dan sulit dideteksi.

Bagaimana MacSync Menyusup ke Perangkat Korban

Serangan dimulai ketika file berbahaya masuk ke Mac korban. Malware menyamar sebagai aplikasi berbagi dokumen, dompet kripto, atau aplikasi umum lainnya. Dalam sejumlah kasus, salah satu unduhan ditempatkan dalam entri kalender iCloud publik berformat .ics.

Setelah file dijalankan, malware memicu serangkaian proses berbahaya. Dua komponen utama MacSync kemudian terpasang, yakni infostealer dan backdoor.

Data Apa Saja yang Diincar

Infostealer MacSync membidik berbagai data sensitif sekaligus. Berikut daftar lengkapnya:

  • Riwayat browser, cookie, dan kredensial tersimpan
  • Data aplikasi dompet kripto
  • Informasi dari Telegram
  • Informasi login dan password perangkat
  • File Keychain
  • Daftar aplikasi dan informasi perangkat keras
  • Konfigurasi SSH dan ZSH

Modus Minta Password Admin lalu Pura-pura Rusak

MacSync memakai teknik rekayasa sosial untuk mengelabui korban. Infostealer menyamar sebagai aplikasi yang hendak dipasang pengguna dan meminta password administrator.

Setelah password dimasukkan, muncul pemberitahuan bahwa aplikasi tersebut "rusak" (damaged) dan sebaiknya dibuang ke tempat sampah. Menurut Kaspersky, pesan itu hanya pengalihan perhatian. Di balik layar, malware sudah menjalankan proses pencurian data.

MacSync juga memasang backdoor yang menyamar sebagai aplikasi Finder. Komponen ini memberi penyerang kemampuan melakukan sejumlah tindakan dari jarak jauh.

Penyerang dapat menyebarkan add-on browser yang telah dimodifikasi, berpotensi mengganti ekstensi dompet kripto dengan versi berbahaya, serta mengganti aplikasi Ledger asli dengan klon berbahaya. Backdoor juga dapat mengumpulkan informasi sistem dan file tertentu serta berpotensi menjalankan kode arbitrer.

Peringatan Pakar Keamanan Kaspersky

Sergey Puzan, pakar keamanan Kaspersky, mengatakan versi terbaru MacSync jauh berbeda dari versi sebelumnya dan memiliki rantai infeksi yang lebih kompleks.

"Versi terbaru MacSync jauh berbeda dari versi sebelumnya dan memiliki rantai infeksi yang lebih kompleks," ujar Puzan, mengingatkan pengguna agar berhati-hati ketika aplikasi meminta password administrator.

Cara Melindungi Diri dari MacSync

Kaspersky menyarankan sejumlah langkah pencegahan agar pengguna Mac tidak menjadi korban:

  1. Hanya mengunduh aplikasi dari pengembang resmi
  2. Verifikasi keaslian aplikasi melalui sumber tepercaya, terutama jika pengembangnya tidak dikenal
  3. Waspadai aplikasi yang tiba-tiba meminta password administrator
  4. Jangan langsung percaya pesan "aplikasi rusak" yang muncul setelah pemasangan

Kaspersky mengklaim solusi keamanannya sudah dapat mendeteksi dan menetralisir ancaman terkait keluarga malware MacSync. Rincian teknis versi terbaru disebut akan dipublikasikan di Securelist dalam beberapa hari mendatang.

Bagi pelaku bisnis digital dan pengguna Mac yang menyimpan aset kripto, ancaman MacSync menegaskan pentingnya verifikasi sumber aplikasi sebelum pemasangan. Serangan yang menyasar dompet kripto dan aplikasi Ledger menunjukkan penyerang kini membidik aset finansial digital secara langsung, bukan sekadar data pribadi.

Sumber: inet.detik.com

Follow liputanharian.co.id

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks